Monday, 20 November, 2017 - 02:01

Kasus Gernas Kakao Tolitoli, Terdakwa Cabut Keterangan di BAP Soal Uang Rp50 Juta

Terdakwa Conni Katiandagho saat menjalani persidangan beberapa waktu lalu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Empat terdakwa perkara dugaan korupsi dana proyek gerakan nasional (Gernas) Kakao Kabupaten Tolitoli tahun 2013 menjalani persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Palu, Kamis, 6 April 2017.

Keempat terdakwa yakni Mansyur Lanta selaku mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli yang juga menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut, Eko Juliantoro selaku Pejabat Pembuat komitmen (PPK), dan Conni Katiandagho selaku Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PP SPM), serta Syamsul Alam selaku rekanan.

Dalam persidangan itu, terdakwa Conni mencabut salah satu poin jawaban yang ada dalam BAP, yakni jawaban terkait dirinya menerima uang senilai Rp 50 juta.
Bahwasannya keterangan menerima uang senilai Rp 50 juta karena saat itu dia dipaksa untuk menjawab menerima uang tersebut, tapi sebenarnya tidak pernah menerima uang Rp 50 juta tersebut.

Lagi pula saat itu dirinya dipaksa minta keterangan meskipun dalam keadaan kurang sehat. 

"Olehnya, keterangan terkait menerima uang senilai Rp 50 juta itu saya cabut," kata Conni.

Kemudian terdakwa Eko Juliantoro juga mencabut keterangan soal PPK siap bertanggungjawab semua terkait dengan masalah proyek Gernas Kakao Tolitoli.

"Saya cabut pernyataan itu yang mulia," katanya.

Sedangkan dua terdakwa lainnya, yakni Mansyur Lanta dan Syamsul Alam tidak ada perubahan keterangan dalam BAP.

Sebelum empat terdakwa ditanya, Majelis Hakim mengingatkan agar para terdakwa terbuka dan jujur dalam persidangan agar perkara ini jadi terang.

"Kami minta para terdakwa terbuka dan jujur dalam persidangan ini agar perkara ini jadi terang. Sehingga kalian tidak menanggung sendiri masalah ini," kata salah satu Hakim Anggota, Jult Mandapot kepada para terdakwa dalam sidang terbuka untuk umum pada Kamis, 6 April 2017.

Jult menegaskan kepada para terdakwa agar jujur menyampaikan keterangan. Sehingga dengan demikian kalian akan menanggung beban sesuai porsi masing-masing. 

“Tapi kalau kalian tidak jujur, Majelis Hakim bisa salah dalam memutuskan perkara ini. Soal nomor seri cek yang disebut-sebut sebelumnya bisa saja periksa di bank penerbit. Tapi silakan dibuka secara terang-terangan, karena hanya melalui persidangan inilah perkara ini bisa terang benderang.”

Agenda sidang seyogianya memeriksa saksi-saksi dan para ahli, tetapi karena mereka tidak ada yang datang, maka keterangan mereka pun hanya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.