Friday, 20 July, 2018 - 01:25

Kasus Narkoba di Sulteng Naik 50 Persen

JUMPA WARTAWAN - Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs. Ermi Widyatno, M.M, (tengah), didampingi wakilnya, Kombes Pol Aris Purnomo (kiri) dan Kabid Humas Polda, AKBP Hery Murwono saat menggelar konfrensi pers di Polda Sulteng, Selasa 10 Juli 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Kasus penyalahgunaan narkoba di Sulteng mengalami peningkatan 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain Narkoba, kasus pencurian kendaraan bermotor juga menonjol.

“Meningkatnya penanganan kasus narkoba itu menunjukkan bahwa pihak Polda Sulteng semakin gencar dan intensif dalam melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs Ermi Widyatno MM kepada wartawan di Mapolda, Selasa 10 Juli 2018.

Jumpa pers itu diadakan dalam rangka membeber keberhasilan Polda Sulteng dalam rangka memperingati HUT ke-72 Bhayangkara. 

Sejak Januari hingga Juni 2018, kasus narkoba yang ditangani jajaran Polda Sulteng mencapai 324 kasus dengan jumlah barang bukti 7.556 gram sabu dan 9.072 butir psikotropika. Tahun 2017 lalu hanya 210 kasus. Ada ketambahan 114 kasus atau meningkat sekitar 54 persen.

Polres Palu menduduki rangking teratas dalam  pengungkapan kasus narkotika yakni sebanyak 44 kasus, dengan barang bukti sebanyak 1.303, 14 gram sabu, dan 145 butir psikotropika.

Posisi kedua Polres Tolitoli, dengan 32 kasus dengan barang bukti sebanyak 1.634, dan 2.198 gram sabu, disusul Polres Banggai dengan 30 kasus, dengan 52,21 gram Sabu.

Jumlah tersangka kasus Narkoba mencapai 339 orang, dan 167 orang masih dalam proses penyelidikan.

Kasus lain yang menonjol, adalah curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Periode Januari-Juni 2018, Polda Sulteng sudah menangani sebanyak 827 kasus.

“Kasus curanmor ini merupakan kasus yang paling menonjol dari lima kasus lainnya, yang ditangani Polda Sulteng, dengan 827 tindak pidana. Dengan banyaknya kasus tersebut membuat Polda Sulteng mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati, dan menyimpan kendaraannya dengan aman,” kata Kapolda.

Selain curanmor ada empat kasus lainnya yang menonjol, seperti pembunuhan, traffic inperson, KDRT, penyerobotan tanah. Total keseluruhannya mencapai 1.104 kasus.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung soal pelaksanaan operasi Tinombala. 

Orang nomor satu di Polda Sulteng itu mengatakan, hingga saat ini Operasi Tinombala tetap diperpanjang. Dan terus dilakukan pengejaran terhadap DPO di sekitar pegunungan dan hutan di wilayah kabupaten Poso.

Kapolda mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam mengantisipasi serta menangani situasi kamtibmas, dengan meningkatkan kewaspadaan. 

“Saya berharap masyarakat dapat terus memberikan informasi, saran dan masukan kepada pihak kepolisian, serta kepada personil Polri untuk tetap selalu waspada dan bersikap profesionalisme,” harapnya. 

 

Editor: Udin Salim