Thursday, 26 April, 2018 - 00:45

Kasus Pungli CPNS, Intan: 20 Orang Saya Rekrut

Palu, Metrosulawesi.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi Intan untuk dimintai keterangan di hadapan persidangan terkait perkara dugaan pungutan liar (Pungli) yang mendakwa terdakwa Arifudin dan terdakwa Imelda Baginda.

"Sebanyak 20 orang yang saya rekrut sejak 2015-2016. Uang dari 20 orang totalnya senilai Rp311 juta dan langsung diserahkan kepada terdakwa Arifudin," kata saksi Intan di hadapan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu, Kamis, 25 Januari 2018.

Di hadapan persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Ketua, Ernawati Anwar, Intan menjelaskan, bahwa dirinya kenal dengan terdakwa Imelda Baginda dan terdakwa Arifudin pada 2015. Terdakwa Arifudin menyampaikan saat itu ada CPNS jalur khusus. Untuk yang tamatan Sarjana biayanya senilai Rp50 juta, tamatan SMA senilai Rp45 juta dan tamatan SMP senilai Rp35 juta. Jadi, saat itu dirinya percaya, karena Arifudin adalah seorang PNS.

Intan mengatakan, ada 20 orang yang di rekrut saat itu. Keduapuluh orang tersebut menyetor uang tidak sekaligus, ada yang setor Rp5 juta, Rp10 juta dan seterusnya. Kemudian uang tersebut langsung di setorkan kepada Arifudin. Setor pertama ditranafer melalui rekening BNI Arifudin sebanyak Rp110 juta. Kemudian yang distor tunai senilai Rp123 juta. Sebenarnya, total yang setorkan kepada Arifudin sebanyak Rp311 juta. Namun sebagiannya sudah dikembalikan oleh Arifudin.

Diketahui, bahwa dalam berkas perkara, terdakwa Arifuddin menjabat sebagai Kasubbag Kepegawaian dan Umum pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota Palu. Sedangkan terdakwa Imelda Baginda adalah guru yang mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Sidera, Kabupaten Sigi.

Dalam dakwaan JPU menyebutkan bahwa sebanyak 80 orang yang menjadi korban tindakan yang dilakukan oleh terdakwa Arifudin dengan total dana yang terkumpul Rp1 miliar lebih.

Perbuatan terdakwa Imelda Baginda diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, atau perbuatan terdakwa Imelda Baginda diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal Pasal 5 ayat 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor  jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP. Sedangkan perbuatan terdakwa Arifudin diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP, atau perbuatan terdakwa Arifudin diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP, serta perbuatan terdakwa Arifudin diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.


Editor: M Yusuf Bj