Sunday, 25 February, 2018 - 00:11

Kawasan Teluk akan Jadi Ikon Kota Palu

Ir. Budi Faisal, MAUD, MLA, Ph.D saat melakukan pemaparan. (Foto : M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali menggelar forum dialog masyarakat Libun Todea di kawasan Kampung Kaili, Rabu, 13 Desember 2017. Salah satu agenda dalam dialog yang mengusung tema Perencanaan Teluk Palu Menuju Destinasi Wisata tersebut yakni presentasi akademisi ITB Bandung, Ir. Budi Faisal, MAUD, MLA, Ph.D terkait perencanaan pembangunan Teluk Palu.

Dalam pemaparannya, perencanaan pembangunan kawasan teluk Palu mengakomodir beragam kepentingan masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima, Industri Kecil Menengah, kawasan pejalan kaki, jogging track, cottages, restaurant, dan fasilitas lainnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Palu, Hidayat M.Si menegaskan pihaknya optimis perencanaan pembangunan tersebut akan terlaksana.

“Saya yakin perencanaan pembangunan kawasan teluk Palu  yang dipaparkan tadi akan sangat menguntungkan bagi masyarakat Kota Palu. Insyaallah, jika ini kita sepakati pelaksanaannya, maka akan membawa hal yang positif bagi Kota Palu,” katanya.

Kata dia, pihaknya akan mengeluarkan perda terkait rencana pembangunan tersebut.

“Saya ingin apa yang dibangun di sepanjang Teluk Palu mengakomodir kepentingan masyarakat. Dan apa yang dibangun bisa dinikmati oleh masyarakat Kota Palu,” katanya.

Pertanyaan dari penanya dalam sesi tanya jawab soal efek negatif pembangunan kawasan wisata tersebut, Walikota Hidayat mengatakan efek negatif dan positif dari pembangunan selalu ada, namun harus dinilai, mana yang lebih besar dari dua efek tersebut.

“Saya rasa ada beberapa antisipasi yang telah dilakukan Pemkot Palu. Ada lima visi pembangunan Kota Palu yakni kota jasa, berbudaya, beradat, iman dan taqwa, ekonomi dan infrastruktur. Untuk meningkatkan iman dan taqwa, kami sudah melaksanakan program Palu Kana Mapande, dimana siswa SD mendapatkan penambahan jam pelajaran agama sore hari, diperuntukkan semua agama,” katanya.

“Selain itu, kami juga telah membentuk Lembaga Adat yang akan menjaga nilai-nilai budaya, toleransi dan saling menghormati di tengah masyarakat. Dimana  pengurusnya, dalam perda ditegaskan tidak boleh terlibat parpol. Kemudian ada Satgas K5 yang bertugas meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan,” katanya.

Walikota Hidayat mengungkapkan tahun depan, pihaknya akan fokus membangun di tiga dimensi Kota Palu, yakni sungai, bukit atau hutan kota, dan Teluk Palu.

Terkait reklamasi yang kemungkinan akan dilaksanakan dalam pembangunan kawasan Teluk Palu, Hidayat mengatakan ada Pemkot Palu pnuya kewenangan mengatur tata ruang kotanya.

“Saya menerima surat dari Ombudsman, Gubernur Sulteng, untuk menghentikan reklamasi, makanya reklamasi saya hentikan. Tapi Pemkot Palu punya wewenang untuk mengatur tata ruang kotanya,” jelasnya.

Selain itu, Hidayat menginginkan pembangunan kawasan Teluk Palu dilakukan oleh investor Sulawesi Tengah.

“Saya dahulukan investor Palu atau Sulawesi Tengah dulu dalam pembangunan kawasan teluk Palu. Saya ingin orang Palu dulu yang membangun di kawasan teluk Palu. Kalau ada orang Palu yang mau membangun di kawasan teluk Palu, mari kita bertemu, berbicara dengan pihak Bank,” katanya.

“Marilah berpikir positif dalam pembangunan ini. Insyaallah, apa yang akan dibangun kedepannya di kawasan teluk Palu bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Palu, Ishak cae, Wawali Palu Sigit Purnomo, Tim Pendamping, akademisi, MUI Palu, Kepala OJK, Ketua YLKI, dan beberapa tokoh adat dan masyarakat.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.