Sunday, 17 December, 2017 - 14:27

Kebutuhan Pokok Cukup hingga Lebaran

PANTAU HARGA - Dirjen PKTN Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI Syahrul Mamma (baju putih berkacamata) bersama Direktur Tertib Niaga Dirjen PKTN Inayat Imam saat melakukan kunjungannya di salah satu ritel modern di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin 16 april 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Dirjen PKTN Pantau HET Gula, Daging dan Migor

Palu, Metrosulawesi. com - Direktorat Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI Syahrul Mamma melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Tengah, Senin 17 April 2017. Kunker Dirjen PKTN itu untuk memantau langsung penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sejumlah komoditas yang baru diluncurkan.

Setelah tiba di Palu pada siang kemarin, Dirjen PKTN langsung meninjau sejumlah lokasi yakni ke Gudang Bulog Sulawesi Tengah, distributor serta dua ritel modern di Kota Palu, Hypermart dan Transmart.

Kepada wartawan, Syahrul Mamma mengatakan selain untuk memantau penerapan program HET gula pasir, minyak goreng dan daging beku di ritel modern, kedatangannya yang didampingi Direktur Tertib Niaga Dirjen PKTN, Inayat Imam itu juga untuk melakukan koordinasi sebagai upaya pegendalikan harga serta ketersediaan stok komoditas utama menjelang Ramadan.

“Kita melakukan kunjungan ke Bulog, kunjungan ke ritel modern untuk melihat ketersediaan stok dan harga yang sudah ditetapkan pemerintah apakah sudah sesuai apa belum. Ternyata dari kesediaan stok itu sudah menyiapkan bahwa sampai dengan Lebaran itu ada, terkait beras, gula, minyak goreng,” ungkap Syahrul Mamma kepada wartawan usai melakukan pemantauan harga di ritel modern dan pemantauan ketersediaan stok di gudang Bulog bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Abubakar Ahmadali beserta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Untuk stok komoditas utama di gudang Bulog Sulawesi Tengah dipastikan akan mencukupi hingga Lebaran, bahkan untuk stok beras yang jumlahnya mencapai 27 ribu hingga 28 ribu ton dipastikan mencukupi hingga kebutuhan September mendatang.

Sementara terkait harga komoditas yang sudah ditetapkan HET-nya secara nasional itu sudah mulai diterapkan sesuai ketentuan pemerintah oleh pihak peritel modern.

“Kita ke ritel modern ini kita melihat harga sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah, gula Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng (migor) Rp 11 ribu per liter, daging beku Rp 80 ribu per kilogram. Berarti ini sesuai dengan kesepakatan pengendalian harga dari pusat sudah kita laksanakan, seluruh Indonesia harganya sama semua,” jelasnya.

Terkait HET tersebut pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas terhadap distributor yang tidak menjalankan program itu. Jika ada distributor nakal yang mengabaikan program nasional itu akan disanksi dengan pencabutan izin dan larangan untuk menjalankan usaha bisnis distribusinya.

“Distributorkan harus mendaftar, jadi nanti kita lihat apakah distributor yang memainkan apa masyarakat, kalau umpama distributor yang bermain kita cabut izinnya dan tidak boleh berdagang lagi,” kata dia.

Sampai saat ini belum ada distributor yang didapati melakukan pelanggaran tersebut, mengingat program tersebut juga masih baru.

Terkait upaya pengendalian harga jelang ramadan ia mengaku kunjungannya ke Sulawesi Tengah tersebut juga untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Makanya sekarang ini kita turun ke lapangan untuk mengendalikan, terus besok (hari ini) kita rakor sama distributor dan semua kabupaten/kota untuk mengetahui, dan mereka bisa mengendalikan harga di lapangan.”

Hari ini Dirjen PKTN Syahrul Mamma akan kembali melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi, di antaranya mengunjungi Pasar Tradisional Modern Inpres Manonda, kemudian melakukan pertemuan bersama Gubernur Sulawesi Tengah dan melakukan rapat koordinasi bersama pihak distributor.


Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.