Tuesday, 23 May, 2017 - 17:03

Kejari Janji RTH Toraranga Rampung Tahun Ini

DIBIDIK - Kondisi RTH Toraranga pada tahun 2013, usai dikerjakan kontraktor bernama Joko Dharmawan menggunakan CV Banua Indah. (Foto : Dok Andi Sadam)

Parimo, Metrosulawesi.com - Kasus proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan lapangan Toraranga Parigi, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang mencuat sejak tahun 2013 sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi, Widagdo kepada wartawan di ruang kerjanya pada Rabu 12 Agustus 2015, mengakui hal itu.

Meski demikian, menurut Widagdo, saat ini mereka mulai bersiap melakukan penyelidikan kasus RTH Toraranga. Kejari Parigi sudah mengumpulkan sejumlah dokumen untuk dijadikan bahan penyelidikan.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Kejari Parigi sudah sempat melakukan penyelidikan terhadap proyek RTH Toraranga pada saat melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Bahkan sudah pernah memeriksa sejumlah saksi.

Namun proses penyelidikan ini sempat tertunda karena pihak Kejari Parigi harus segera menyelesaikan kasus korupsi lainnya tahun 2014.

Proses penyelidikan kasus ini kata Widagdo akan segera dilanjutkan dan tidak berlangsung lama, selanjutnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Ia menegaskan, penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi RTH Toraranga segera dilakukan setelah kasus pencetakan sawah Desa Ulatan dilimpahkan ke Pengadilan.

Menurutnya, RTH Toraranga sudah menjadi fokus Kejari Parigi di 2015 untuk diselesaikan dan kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan.

Seperti diketahui, pengusutan terhadap kasus RTH Toraranga Parigi, hingga kini belum mendapat kepastian hukum. Bahkan proses penanganan kasus oleh Kejari Parigi ini terkesan jalan di tempat.

Proyek yang memiliki dua tahap pekerjaan yaitu tahap I dan tahap II masing-masing mengelola anggaran sebesar Rp1 miliar lebih bersumber dari APBN ini, harusnya rampung pada akhir tahun 2012. Dengan demikian, tahun 2013 masyarakat telah bisa menikmati sarana RTH tersebut.

Namun yang terjadi, hingga perusahaan milik Abubakar Hadado yang dipakai Joko Dharmawan ini meninggalkan lokasi pekerjaan, tidak tampak bekas lapangan Toraranga itu menjadi sebuah RTH sebagaimana harusnya.

Pernyataan Kepala Kejari Parigi, Widagdo, terkait pengusutan proyek RTH kawasan Toraranga Parigi, membuat LSM Forum Gerakan Anti Korupsi (Forgas) angkat bicara. Forgas kata Sukri Tjakunu, menanti saat ini terus menanti ‘taring’ Kejari dalam menangani proyek RTH.

Menurut Sukri, Kejari Parigi harus membuktikan omongannya.

“Saya ingin melihat taring Kejari. Jangan lagi pengusutan proyek RTH kawasan Toraranga diundur-undur hingga akhirnya tidak ada kepastian. Sebab dugaan ketidakberesan pada pekerjaan RTH kawasan Toraranga sudah terekspose di media sejak lama,” ujar Sukri.

Menurut Sukri, Kejari harus menunjukkan keseriusannya untuk menangani kasus ini. Tahun 2015 ini Kejari Parigi harus menyelesaikan kasus RTH kawasan Toraranga, jangan sampai pengusutan itu kembali menyeberang tahun.

“Jika ada indikasi merugikan negara, maka segera naikkan ke tahap penyidikan. Namun jika tidak ada kerugian, maka umumkan ke publik agar tidak ada tanda tanya dalam kasus ini,” ucap Sukri.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.