Saturday, 24 February, 2018 - 12:45

Kejari Palu Musnahkan Babuk Narkoba, Paling Banyak Sabu Capai 8 Kg

Para pejabat Forkompimda Kota Palu bersama-sama membakar babuk yang ada dalam drum. (Foto: Agustinus Salut/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu melaksanakan pemusnaan barang bukti (Babuk) narkotika, psikotropika dan babuk lainnya yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Pemusnahan babuk tersebut dengan cara dibakar di depan halaman Kantor Kejari Palu, Kamis, 25 Januari.

Kepala Kejari Palu yang didampingi Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Palu, Surianto kepada wartawan mengatakan, babuk narkoba yang dimusnahkan ini merupakan babuk dari 125 perkara narkoba yang ditangani Kejari Palu selama tahun 2017 dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Adapun babuk yang dimusnahkan adalah sabu sebanyak 8.332,24 gram atau setara dengan 8 kilogram lebih, ganja sebanyak 13,18 gram, ekstasi sebanyak 193 butir, THD sebanyak 432 butir, kosmetik sebanyak 6 dos, obat-obatan sebanyak 5 butir tablet warnah merah, 3 butir tablet warnah hijau, dan 1 butir tablet warnah coklat.

"Babuk yang paling banyak dimusnahkan tahun ini adalah sabu, yakni 8 kilogram lebih. Jika dibandingkan dengan babuk sabu tahun sebelumnya lebih banyak dua kali lipat dengan tahun ini," ujarnya.

Subeno mengatakan, perkara narkoba tahun 2017 cukup banyak dengan babuk yang sangat banyak pula. Jumlahnya dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini salah satu indikator bahwa Kota Palu salah satu kota yang cukup banyak pengguna narkoba.

"Olehnya diimbau kepada masyarakat Kota Palu agar stop narkoba karena ini sangat merusak generasi anak bangsa kita ke depan. Mari bersama berantas narkoba," imbuhnya.

Hadir pada pemusnaan babuk narkotika, psikotropika dan babuk lainnya di Kejari Palu itu adalah perwakilan Pemerintah Kota Palu, perwakilan Ketua DPRD Kota Palu, perwakilan Dandim, perwakilan Kapolres Palu, Ketua Pengadilan Negeri Palu, perwakilan  BNN Kota Palu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Kajari Palu bersama unsur pimpinan Kejari Palu.

Terlihat dua drum aspal sebagai wadah untuk membakar babuk tersebut. Sebelumnya  babuk tersebut disiapkan di atas meja untuk dilihat langsung oleh para pejabat yang hadir. Setelah itu, babuk di masukan dalam drum aspal tersebut kemudian di bakar bersama-sama hingga hangus.


Editor: Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.