Tuesday, 25 September, 2018 - 05:52

Kelurahan di Touna Sulit Penuhi Biaya Operasional

Sabarudin Yasin. (Foto: Subandi Arya/ Metrosulawesi)

Ampana, Metrosulawesi.com - Beberapa kelurahan di Kabupaten Tojo Una-Una mengeluhkan jika pihak kelurahan saat ini tidak langsung menerima anggaran dari pemerintah daerah. 

Adapun, anggaran yang diterima kelurahan saat ini melalui kecamatan. Tak heran jika, kebanyakan kelurahan kekurangan dana untuk biaya operasional bulanan.

Sebut saja Kelurahan Muara Toba, Kecamatan Ratolindo, yang merupakan kelurahan paling padat penduduknya di Touna. Setiap tahun kelurahan yang dipimpin oleh Sabarudin Yasin itu, hanya mendapat dana operasional dari kecamatan sebanyak Rp100 juta. 

Seluruh dana itu sudah masuk untuk biaya alat tulis kantor (ATK), pemeliharaan dan lain sebagainya. Padahal untuk kebutuhan ATK bulanan dan pemeliharaan saja itu biayanya jauh lebih besar dari anggaran pertahun.

Sabarudin mengaku mekanisme pengelolaan keuangan kelurahan yang dilakukan melalui kecamatan, membuat kelurahan tidak bisa berbuat banyak untuk membuat program kepada masyarakat. 

"Ini tentu berbeda dengan status desa yang mendapat otonom penuh untuk langsung mengelola anggaran, sehingga banyak program yang bisa dilakukan desa. Sedangkan kelurahan tidak bisa berbuat banyak karena anggaran yang terbatas," ujarnya belum lama ini.

 

Editor: Syamsu Rizal