Saturday, 25 November, 2017 - 10:07

Kembali Pimpin KONI Sulteng, Anwar Dorong Kabupaten Kembangkan Olahraga Prioritas

FOTO BERSAMA - Sejumlah atlet Sulteng yang menerima bonus foto bersama Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele dan Ketua KONI Sulteng, Anwar Ponulele, Minggu 4 Desember 2016. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Sulawesi Tengah ke IX 2016 telah usai, Minggu 4 Desember 2015 kemarin. Ketua KONI Sulawesi Tengah periode 2011-2016 Anwar Ponulele kembali terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua KONI periode 2016-2020 mendatang.

Musorprov yang berlangsung selama dua hari, 3-4 Desember 2016,  dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dihadiri oleh Pengurus KONI Pusat, KONI Kabupaten dan Kota, serta Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing cabang olahraga (cabor).

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah berharap agar kepengurusan KONI Sulteng yang baru kedepan bisa berbuat jauh lebih baik lagi untuk pengembangan dunia olahraga di daerah ini.

“Saya berharap ada hasil yang dicapai untuk meningkatkan prestasi olahraga Sulawesi Tengah dan secara khusus dapat memberikan sumbangsih mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing dari olahraga,” harap Longki.

Lanjut Gubernur, keberadaan KONI Sulawesi Tengah kedepan agar bisa bersinergi dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pembinaan olahraga guna mencetak atlet-atlet daerah berprestasi yang bisa dibanggakan baik di tingkat regional, nasional maupun internbasional.

Menurut Gubernur, KONI sebagai pengurus olahraga di Sulawesi Tengah kedepan akan menghadapi berbagai tuntutan oleh masyarakat olahraga. Sehingga, diharapkan ada upaya yang dapat memenuhi segala tuntutan tersebut dalam pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga.

“Kedepan saya lihat ada tiga tantangan pembangunan olahraga yang krusial, yaitu tingginya tuntutan masyarakat terhadap prestasi olahraga Sulawesi Tengah, khususnya dalam PON pekan olahraga. Kedua, memberdayakan olahraga dalam instrumen pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kwalitas dan daya saing  sumberdaya manusia Sulawesi Tengah,” jelas dia.

Tantangan berikutnya adalah memeratakan pembangunan olahraga secara inklusif di seluruh wilayah kabupaten kota se-Sulawesi Tengah.

“Ketiga tantangan tersebut kiranya menjadi perhatian saudara-saudara untuk dicermati dan ditindak lanjuti saat penyusunan program-program kerja KONI Sulteng kedepan,” kata Longki melengkapi.

Gubernur juga  sangat mengharapkan kepengurusan KONI yang baru benar-benar diisi oleh para pengurus yang berkompeten dan berloyalitas serta dapat meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kepentingan organisasi dan kemajuan prestasi olahraga Sulteng.

Terkait pengembangan olahraga, diharapkannya ada upaya pengembangan olahraga secara berjenjang dan berkesinambungan untuk meningkatkan prestasi olahraga di masa yang akan datang.

“Sebagai pemerintah kami memiliki tanggung jawab dalam hal pendanaan. Dan saat ini, sama kasusnya dengan KONI Pusat, kami di daerah juga terkendala dana yang sangat terbatas,” katanya.

Untuk menciptakan prestasi olahraga memang tidaklah gampang. Dan pemerintah provinsi bertanggungjawab untuk membantu melalui pembangunan sarana prasarana untuk prestasi itu. Gubernur bertekad pemerintah akan terus meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana demi kemajuan olahraga.

Untuk mempermulus pembinaan atlet dan melahirkan atlet berprestasi, Gubernur juga mendorong agar setiap pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk mengembangkan masing-masing cabor unggulan di daerah masing-masing.

“Kedepan agar pembinaan atlet cabor berprestasi dibebankan kepada APBD daerah masing-masing. Misalnya bupatinya hobi salah satu cabor agar dikembangkan, agar tidak hanya berharap ke provinsi saja,” Sebut Gubernur.

Selama ini pengembangan olahraga di Sulawesi Tengah memang masih terkendala anggaran yang sangat terbatas. Gubernur juga mengakui hal itu.

“Saya minta Ketua KONI yang terpilih mari kedepan kita bertemu masing-masing bupatinya, kita bicarakan persoalan olahraga berprestasi di daerah mereka masing-masing untuk dikembangkan.”

Sementara itu, perwakilan  KONI Pusat juga mendorong agar pengembangan olahraga di Sulawesi Tengah dimulai dari daerah kabupaten dan kota serta berjenjang dari pemula hingga melahirkan atlet senior berprestasi.

Ketua Bidang Organisasi Koni Pusat Mayjen Purn Nanang Juwana Pribadi mengatakan seharusnya program yang  dikembangkan di setiap daerah bersesuaian dengan keadaan daerah.

“Pembinaan harus dimulai dari awal, pemula, hingga profesional,” kata Nanang Juwana Pribadi.

Selain itu dalam pengembangan olahraga setiap pengurus cabor harus saling berketerkaitan dan berkesinambungan.

“Sarana dan prasarana ikut menentukan prestasi olahraga dan yang paling menentukan adalah anggaran. Di beberapa provinsi sudah ada yang berani mencantumkan dalam APBD untuk olahraga di daerah,” ungkap dia. Ia berharap pemerintah Sulawesi Tengah juga mengusulkan untuk mencantumkan penganggaran olahraga melalui APBD.

“Di KONI Pusat pun sama, terkendala anggaran,” katanya.
 
Berharap Perak Jadi Emas

Ketua KONI Sulawesi Tengah Anwar Ponulele yang akan memimpin hingga periode 2016-2020 berharap kedepan kepengurusan KONI yang baru bisa jauh lebih baik. Bahkan ia berharap melalui kepengurusan periode 2016-2020 akan membuahkan hasil maksimal di PON 2020 sebagai ukuran keberhasilan olahraga Sulawesi Tengah dengan meraih medali emas.

“Paling tidak medali perak yang kita raih di PON 2016 bisa menjadi emas pad PON 2020,” kata Anwar Ponulele sesaat setelah dipilih menjadi Ketua KONI periode 2016-2020 secara aklamasi.

Untuk merealisasikan harapan itu, cabang olahraga yang meraih medali pada PON 2016 masih menjadi andalan. Diantaranya ada cabor karate, tinju, dayung dan binaraga.

Di PON 2016 Sulawesi Tengah hanya mampu menempati peringkat 32. Diharapkannya pada PON 2020 bisa membaik dengan upaya peningkatan pembinaan di seluruh cabor.

Dia juga mengakui pengembangan olahraga Sulawesi Tengah saat ini masih terkendala dana anggaran yang hanya berharap pada dana hibah pemerintah provinsis. Sementara di sejumlah provinsis lainnya pengembangan olahraga juga ditopang oleh dana dari pihak swasta.

Pada Musorprov dilakukan pula penyerahan bonus kepada seluruh atlet berprestasi di PON, Papernas, dan Popwil Papua oleh Gubernur Longki Djanggola. Kegiatan itu kembali ditutup secara resmi oleh Gubernur, Minggu 4 Desember 2016.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.