Tuesday, 26 September, 2017 - 06:27

Kendali Narkoba dari Lapas Petobo

JARINGAN INTERNASIONAL - Kepala BNNP Sulteng Kombes Djoko Marjatno di Palu dengan latar belakang para tersangka narkoba, saat memberikan keterangan pers di BNNP Sulteng, Selasa 27 September 2016. (Foto : Moh Rizal/ Metrosulawesi)

BNNP Sulteng Bekuk Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulteng (BNNP Sulteng) berhasil menangkap seorang bandar narkoba jaringan Malaysia yang diketahui bernama LK Alimudin Mohd Ajay.

Kepala BNNP Sulteng Kombes Djoko Marjatno di Palu, megatakan, modus yang dilakukan oleh tersangka, yaitu dengan membawa shabu dari Malaysia dengan cara dimasukkan ke dalam dhubur dan membungkus rapi memakai lakban dan plastik bening.

“Modus tersebut sudah berapa kali digunakan untuk meloloskan shabu di Bandara,” kata Djoko.

Djoko Marjatno menjelaskan, penangkapan tersebut bermula pada Rabu, 21 September 2016,  dimana tim intilejen BNNP Sulteng, mendapatkan informasi akan ada bandar shabu antar negara dari Malaysia yang akan masuk ke Kota Palu, melalui Bandara Mutiara, dengan menggunakan pesawat Lion Air. Bandar yang dimaksud adalah Alimudin dengan cirri-ciri berbadan besar tinggi sekitar 170 cm rambut lurus dan sedikit beruban.

Selanjutnya, pada jumat 23 September 2016, tepatnya pukul 12.00 Wita, Alimudin bersama dua temannya menaiki mobil Avanza menuju Bandara Mutiara Sis Aldjufri. Sesampai di bandara,  Alimudin dan kedua temannya langsung menaiki taksi.

“Tim BNNP Sulteng, melakukan pembututan terhadap taksi tersebut, sampai di salah satu hotel yang ada di Kota Palu”.

Pada pukul 20.00 wita Alimudin, keluar sendirian dari hotel tersebut dengan menaiki taksi, kemudian tim BNNP Sulteng terus membututi mobil tersebut sampai ke salah satu hotel lain yang ada di Palu.

“Sampai di hotel tersebut Alimudin bertemu di tempat parkiran dengan salah seorang pria yang diketahui bernama Kausar, kemudian mereka keluar dengan menggunakan mobil Zuzuki  X Over warna putih DN 496 KC,” ujarnya.

Selanjutnya, Tim BNNP Sulteng melakukan pembututan terhadap mobil yang dinaiki oleh tersangka Alimudin, menuju JL. Diponegoro, JL. Gajah Mada dan JL. Wortel Monginsidi.

“Tim BNNP Sulteng akan melakukan penangkapan dengan cara menghentikan mobil yang dinaiki oleh Alimudin. Akan tetapi lelaki Kausar yang pada saat itu menjadi sopir mobil yang tancap gas hingga terjadi kejar mengejar sampai di Jalan Tanjung Manimbaya,” kata Djoko.

Pada saat itu, tim BNNP Sulteng belum menemukan, barang bukti yang dicari. Pada pukul 22.30 Wita, tim menuju hotel tempat tempat Alimudin menginap guna untuk melakukan  penggeladahan.

‘’Dari tersangka bandar narkoba tersebut, BNNP Sulteng menemukan barang bukti berupa 1 plastik shabu seberat 8,57 Gram,1 plastik yang diduga berisi shabu seberat 24,12 gram, 5 butir ekstasi Inex Merek Bintang Warna Cream, 4 Butir, hafives, paspor atas nama Alimudin Mohd Ajjay, handphone sebanyak dua buah, plastik besar kosong,” kata Djoko.

Alimudin, kata Djoko, telah tiga kali membawa narkoba ke Palu. Dua kali di antaranya berhasil lolos.

"Sekali masuk ke Palu, tersangka Alimudin membawa narkoba sebanyak 150 gram," ujar Djoko.

Sementara itu menurut Djoko, dari interogasi terhadap tersangka pihaknya  mendapatkan keterangan bahwa pada saat mereka dikejar oleh tim BNNP Sulteng, tersangka membuang shabu seberat 100 Gram dan timbangan digital di Jalan Wortel Monginsidi. Tujuannya untuk menghilangkan barang bukti.

Djoko mengatakan, BNNP Sulteng mendapat informasi, jaringan narkoba yang dijalankan Alimudin tersebut, ternyata dikendalikan oleh Zacky, yang saat ini masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas 2 Petobo.

BNN Sulteng bahkan mengamankan satu paket sabu lengkap dengan alat hisapnya milik Zacky.

"Zacky memiliki peran sebagai pengedar dan penghubung antara Alimudin dengan pembeli. Semua itu dilakukan Zacky dari dalam Lapas," jelas Djoko.

Jaringan penjualan narkoba yang dilakukan para tersangka cukup rapi. Alimudin datang ke Palu setelah menerima informasi dari Zacky. Zacky lah yang menjadi penghubung antara Alimudin dengan pembeli di Palu. Selain Alimudin, yang bertindak sebagai kurir dalam jaringan ini adalah Kausar, karena Zacky tidak bisa bergerak bebas.

Para tersangka akan dijerat pasal 114 dan 112 Undang-Undang  Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.