Friday, 28 July, 2017 - 06:52

Kepala Disparekraf Sulteng: Wisatawan Tak Hanya di Hotel Berbintang

Kepala Disparekraf Sulawesi Tengah, Norma Mardjanu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sulawesi Tengah Norma Mardjanu mengapresiasi tingginya tingkat penghunian kamar (TPK) berbintang di Sulawesi Tengah sepanjang Agustus 2016. Menurutnya, hal ini menunjukkan perkembangan kunjungan wisatawan di daerah ini.

“Tentu kami mengapresiasi data BPS. Dan merasa bangga dengan adanya perhatian dari pihak BPS membeberkan info tentang perkembangan hunian hotel yang berdampak pada perkembangan dan kemajuan pariwisata di bidang akomodasi dan konsumsi,” kata Norma Marjanu kepada Metrosulawesi, Kamis 6 Oktober 2016.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan pariwisata di Indonesia.  BPS mencatat, Sulawesi Tengah menempati urutan ketiga tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang sepanjang Agustus 2016, setelah Bali dan Sulawesi Utara.

Berdasarkan data, Agustus 2016, TPK hotel berbintang di Sulteng mencapai 61, 17 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 59,63 persen atau naik 1,54 poin. Jika dibandingkan Juli 2016, TPK juga terjadi kenaikan 49,08 atau naik 12,59 poin.

Sementara rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang di Sulawesi Tengah sepanjang Agustus 2016 yakni 1,83 hari. Lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 1,64. Namun, lebih rendah dibandingkan Juli 2016 yakni 1,93 hari.

Adapun, TPK hotel berbintang tertinggi tercatat di Provinsi Bali mencapai 72,4 persen. Kemudian, diikuti Sulawesi Utara sebesar 68,85 persen. Sementara, TPK Hotel Berbintang terendah ada di Sulawesi Tenggara sebesar 37,05 persen.

Menurut Norma Mardjanu, BPS hanya mengambil data hotel berbintang. Sementara, banyak juga wisatawan yang menginap di hotel melati dan homestay. Menurutnya, setiap tamu dapat dikategorikan sebagai wisatawan bilamana menginap, jalan-jalan, beli oleh-oleh, beli kuliner dan belanja.

“Dan tamu-tamu yang datang ada juga menginap di hotel melati. Bahkan untuk wisatawan mancanegara menginap di homestay,” ujarnya.

Karena itu, kepada BPS, Norma Mardjanu berharap bisa mengakomodir data tamu di hotel melati dan homestay. Sebab, tidak semua kabupaten di Sulawesi Tengah memiliki hotel berbintang seperti Tojo Unauna.

“Kami berharap kiranya BPS juga bisa mengakomodir data tamu yang ada di kabupaten. Sebab di kabupaten kan jarang ada hotel berbintang. Seperti di Ampana. Kalau bisa diakomodir data-data kita bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.