Wednesday, 19 September, 2018 - 11:13

Kepala Kemenag Palu Khatib di Lapangan Vatulemo

Drs H Ma’sum Rumi, MM. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Idul Fitri 1438 H tinggal dua hari lagi. Pemkot Palu telah menetapkan sejumlah tempat pelaksanaan salat Id di empat kecamatan. Termasuk penetapan Lapangan Vatulemo yang tahun ini, kembali digunakan untuk salat Id.

Kepala Seksi Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Mun’im A Godal yang dihubungi Metrosulawesi, Ahad 10 Juni, mengatakan, Kepala Kemenag Kota Palu, Drs H Ma’sum Rumi MM akan tampil menyampaikan khutbah Idul Fitri di Lapangan Vatulemo. Sementara pengganti (naib) oleh Drs H Hilal Malarangeng MHi. Kemudian bertindak sebagai imam adalah Drs Aziz Samaumi, sedangkan untuk pemandu takbir dan pengarah Ayuba Lasira dan Moh Nasrun, SFil.

Selain di Lapangan Vatulemo, salat Id juga dilakukan di sejumlah masjid dan tempat lapang yang menampung banyak umat. Di Palu Barat katanya, ada Masjid Agung dan lapangan Gelanggang Mahasiswa di Jalan Lasoso. Sedangkan untuk bagian timur kota Palu, ada Lapangan Bola Abadi, Palu Selatan ada Lapangan Yonif 711. Selanjutnya untuk Kecamatan Palu Utara ada lapangan Baiya dan Panau.

Selain menetapkan tempat salat Id, dalam beberapa kali pertemuan, juga sempat dibahas soal kondisi cuaca dan pengamanan. Karena itulah Pemkot menghadirkan perwakilan dari BMKG dan dari kepolisian.

Kabag Kesra Pemkot Palu, Abdul Hafid mengatakan, pihak BMKG memperkirakan minggu ini hingga lebaran Kota Palu mengalami hujan ringan.

“Oleh karena itu para petugas PHBI Kecamatan/Kota, yang melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan, agar menyiapkan tempat alternatif, jika terjadi hujan di hari lebaran. Namun ini masih sebatas prakiraan cuaca,” katanya.

Tujuan menyiapkan alternatif kata dia, agar para jamaah tidak ketinggalan pada saat malaksanakan salat Id, karena jika tidak disiapkan tempat alternatif, para jamaah nanti berhamburan, terakhir masuk di masjid lain yang full, dan akhirnya tidak sempat salat.

“Alternatif slat Id di lapangan Vatulemo di gedung olahraga, maka kami akan berhubungan dengan ketua KONI, kemudian di Vatulemo ada baruga sehingga itu juga kami sediakan alternatif, jika terjadi hujan,” ujarnya.

Kemudian kata Hafid, rencana kedepannya bapak Walikota Palu berkeinginan akan jalan ke masing-masing Kecamatan, sehingga tiap pelaksanaan Idul Fitri bisa dipusatkan di beberapa kecamatan, karena Walikota ingin melihat warganya dan sama-sama salat Id.

“Maka misalnya di wilayah Palu utara di Tawaeli, Walikota akan salat Id di sana karena Walikota ini, bukan hanya di lingkungan Vatulemo saja, tetapi di tempat lain juga. Olehnya itu nantinya pelaksanaan salat Id akan digelar bergilir di delapan kecamatan,” katanya.

Ketua MUI Kota Palu Prof H Zainal Abidin mengapresiasi Walikota Palu yang telah mengizinkan kembali penggunaan lapangan Vatulemo sebagai tempat salat Idul Fitri 1439 H.

“MUI melihat dengan adanya lapangan seperti itu, syiar agama ini semakin berkembang, umat nantinya kelihatan bersatu salat di lapangan tersebut. Sehingga nampak sekali hubungan silahturahim antar sesama umat Islam, ketika berkumpul salat bersama, berjabatan tangan dan lainnya, dengan jumlah manusia yang begitu banyak dan ini bagian dari syiar agama,” ujarnya.

Zainal mengatakan MUI mendukung Walikota Palu menggunakan lapangan Vatulemo sebagai tempat salat Idul Fitri.

“Tentu niat pak Walikota Palu bukan berarti beliau tidak mau melaksanakan di situ, karena mungkin beliau ada pertimbangan-pertimbangan, misalnya di dalam memakmurkan masjid, sehingga beliau ingin masjid itu bisa digunakan masyarakat dan memanfaatkan masjid dengan sebaik-baiknya, termasuk ingin mensejahterakan para pegawai masjid, tetapi di lapangan ada juga positifnya,” katanya.


Editor: Udin Salim

Tags: