Monday, 28 May, 2018 - 03:27

Kepala SMKN 3 Palu: Sejumlah Siswa yang Ditangkap Membawa Sajam Terindikasi Bermasalah

Triyono. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sejumlah siswa SMKN 3 Palu yang ditangkap beberapa waktu lalu oleh pihak Polres Palu karena membawa barang tajam (busur) dibenarkan oleh Kepala SMKN 3 Palu Triyono.

“Memang siswa yang ditangkap adalah siswa SMKN 3 Palu, namun langsung dipulangkan, karena tidak terbukti. Artinya, kalau terbukti pasti ramai urusannya. Memang di dalam motor ada ditemukan barang tajam berupa busur, namun itu bukan punya siswa yang tertinggal dengan motor tersebut, karena yang punya motor itu sudah lari,” jelas Triyono melalui ponselnya, Sabtu, 17 Desember 2017 malam.

Triyono mengungkapkan pemilik motor ternyata juga siswa SMKN 3 Palu. Setelah pihaknya melakukan penelusuran, siswa pemilik motor tersebut terindikasi bermasalah di sekolah.

“Saya belum bisa kasih inisial nama siswa tersebut, nanti orang tuanya tersinggung. Orang tua siswa ini sangat terhormat. Sebelumnya, siswa ini ada kasus, namun orang tuanya tidak percaya, nanti ini mungkin orang tuanya baru percaya. Karena anak ini tinggal di kos-kosan, karena orang tuanya di luar daerah, ” katanya.

“Sekarang ini, kita tidak bisa seenaknya. Jika saya mau, tidak mikir, saya akan langusng keluarkan. Namun apakah itu solusi? Di dunia pendidikan, tidak ada ceritanya saya mengeluarkan siswa. Ombudsman pasti pertanyakan itu,” tegasnya.

Menurutnya, dikeluarkannya siswa bermasalah adalah langkah yang tidak bijak. Triyono pun tidak mempermasalahkan kasus tersebut telah tersebar di media sosial.

“Kejadianya kemarin itu pada pukul 13.00 Wita, siswa-siswi ujian semesternya sudah selesai, tinggal ada perbaikan nilai dan lainnya. Mungkin siswa nakal itu tidak masuk ramedial, namun nongkrong-nongkrong,” ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan Metrosulawesi, Unit Raimas Dit Sabhara Polda Sulteng mengamankan dua Siswa SMK Negeri 3 Palu yang kedapatan membawa satu buah katapel beserta satu buah anak panah, atau yang biasa disebut dengan busur, saat melaksanakan patroli di Jalan Tanjung Pesik, Kecamatan Palu Selatan, sekitar pukul 13.00 wita, Rabu 13 Desember 2017.


Editor : M Yusuf Bj