Monday, 23 July, 2018 - 13:58

Kepsek Diimbau Tolak Siswa Titipan Pejabat

Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Menjelang pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilaksanakan pada 28 Juni 2018, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengeluarkan instruksi agar setiap Kepala Sekolah (Kepsek) yang ada dibawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu untuk berani menolak siswa titipan pejabat dalam, khususnya yang berada di luar zonasi.

Kepala Sekolah, kata Ansyar, tidak perlu takut untuk menolak siswa titipan yang di luar zonasi, termasuk nota pejabat dari manapun, jika memang peserta didik tersebut tidak masuk dalam zonasi 

“Kepala Sekolah bersangkutan harus berani menolak, karena Kepala Sekolah harus tetap mengutamakan siswa yang berada dalam zonasi sekolah. Tidak perlu takut, yang penting kepala sekolah dalam posisi benar,” kata Ansyar Sutiadi, belum lama ini.

Saat ditanya terkait kemungkinan adanya ancaman jika kepala sekolah tidak menerima siswa titipan pejabat, Ansyar menegaskan saat ini bukan zamannya saling ancam mengancam. 

“Ini bukan zaman ancam mengancam, Kepala Sekolah juga itu pejabat di sekolahnya. Kepala Sekolah harus berani bilang tidak jika itu salah,” tegas Ansyar.

Di tempat berbeda, Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah, Sofyan Farid Lembah juga mengharapkan agar Kepala Sekolah berani menolak siswa titipan pejabat manapun jika itu diluar zonasi sekolah, dan tidak perlu takut terhadap pejabat jika pejabat tersebut dalam posisi keliru. 

Bahkan Kepala Sekolah dipersilahkan melapor ke Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah jika ada oknum pejabat yang berani memaksakan menerima siswa titipannya meskipun itu diluar dari zonasi, apalagi oknum pejabat tersebut sampai mengeluarkan ancaman.

“Jangan takut, silahkan laporkan ke Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah, nanti Ombudsman yang dampingi kepala sekolahnya,” kata Sofyan Farid Lembah.

Untuk Kota Palu sendiri, kata Sofyan, khususnya di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) sudah dinilai bagus dalam penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun 2017, bahkan Kota Palu masuk dalam kategori terbaik di Indonesia.

Dengan harapan pada 2018, Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu dapat melakukan hal yang sama. 

“Jika perlu makin baik dari tahun sebelumnya, karena ini dapat menghilangkan dikotomi sekolah favorit, dan pemerataan peserta didik di setiap sekolah dapat terlaksana,” jelasnya.

Yang menjadi catatan, kata Sofyan, PPDB di tingkat Sekolah Mengengah Atas Negeri (SMAN) yang belum menerapkan sistem zonasi secarah utuh. 

“SMAN yang masih perlu diperbaiki, karena masih menggunakan sistem zonasi terbatas,” ungkap Sofyan. 

 

Editor: M Yusuf Bj