Tuesday, 22 May, 2018 - 04:26

Kepsek SMPN 19 Palu Sanksi Tahan Ijazah Siswa

Ilman Usman. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala SMPN 19 Palu Ilman Usman, mengaku akan memberikan sanksi penahanan Ijazah bagi siswa yang merayakan kelulusan dengan aksi coret baju. Kebiasaan merayakan kelulusan dengan cara tersebut jauh dari budaya karakter yang berbudaya berlandaskan Iman dan dan takwa yang telah menjadi fokus pembangunan lembaga pendidikan di Kota Palu, khususnya satuan pendidikan dibawah binaan pemerintah Kota Palu.

Ilman mangaku telah menginstruksikan kepada setiap tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di sekolahnya untuk memantau dengan seksama pelaksanaan pengumuman pelulusan, 28 Mei 2018. Jika ditemukan ada peserta didik dengan sengaja merayakan kelulusan dengan aksi coret-coret baju, dicacat namanya, jika perlu di foto sebagai bentuk pelanggaran sekolah.

“Kita sanksi, ijazah yang bersangkutan kita tahan untuk sementara waktu, agar ini menjadi contoh kepada yang lain agar tidak melakukan hal yang sama, sekaligus menegaskan jika sekolah tidak mentolerir kebiasaan buruk tersebut,” tegas Ilman Usman di Palu, Selasa, 8 Mei 2018.

Sebaiknya baju tersebut, kata Ilman, dikumpul dan disalurkan kepada pelajar lainnya yang masih membutuhkan uluran tangan.

“Mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang diluar sana yang belum beruntung dari segi ekonomi dan sangat membutuhkan bantuan,” katanya.

Kata Ilman, cara itu lebih mengandung nilai jika dibudayakan oleh peserta didik, dari pada merayakan kelulusan dengan aksi coret-coret baju.

“Selain mubazir, juga justru rawan kecelakan, jika disertai dengan konvoi di jalanan,” jelasnya.


Editor: M Yusuf Bj