Friday, 22 June, 2018 - 07:25

Ketika Jalan di Pipikoro Tak Bisa Dilalui Roda Empat

TERPAKSA PAKAI MOTOR - Warga meletakkan jenazah di bagian belakang sepeda motor yang sebelumnya sudah dipasangi papan untuk menjadi sandaran si jenazah. (Foto: Ist)

Jenazah Dibonceng Motor, Viral di Medsos, Netizen Sedih

Akses jalan yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Pipikoro Kabupaten Sigi masih memprihatinkan. Kondisi jalan tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Karena itu, untuk mengangkut jenazah, warga terpaksa menggunakan sepeda motor.

PEKAN ini, sebuah video yang diunggah ke media sosial Facebook oleh akun E’Punk membuat gempar warga netizen. Di video yang sudah ratusan kali tayang itu memperlihatkan jenazah yang diboncengkan menggunakan sepeda motor. Jenazah itu dibawa dari salah satu desa di Kecamatan Kulawi Selatan. Rencananya jenazah akan dibawa ke salah satu desa di Kecamatan Pipikoro.

Sebelum dibawa dengan menggunakan motor, lebih dulu jenazah tersebut diposisikan di jok bagian belakang yang sebelumnya telah dipasangi papan.

Papan itu diikat di bagian belakang sepeda motor dengan posisi bagian atasnya menonjol ke atas, sehingga menjadi sandaran untuk si jenazah.

Setelah papan itu terpasang rapi, si jenazah yang tampak terbungkus kain itu, kemudian diangkat dan diletakkan dengan posisi tersandar di depan papan. Selanjutnya, di sisi depan jenazah diberi bantal agar si jenazah tidak mudah terjatuh.

Dalam video itu, tampak beberapa warga bekerja bersama-sama mengatur posisi jenazah. Dan tampaknya memang sepeda motor yang digunakan untuk mengantar jenazah itu telah didesain sedemikian rupa untuk menjaga keutuhan jenazah tersebut hingga ke tujuan.

Setelah bantal diletakkan di depan jenazah,  warga kemudian menutupi jenazah tersebut dengan kantung plastik hitam berukuran besar serta kain dan menyandarkan lalu mengikatnya pada papan tadi.

Seorang warga kemudian mengendarai sepeda motor tersebut dan memboncengkan jenazah ke tempat tujuan.
Warga yang lain juga turut mengiringi motor yang membawa jenazah itu menyusuri jalan menuju desa lain dalam kegelapan malam.

Menurut akun Facebook bernama E’Punk, yang mengunggah video tersebut, jenazah itu hendak dibawa ke Desa Mamu, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Warga mengantar jenazah tersebut dari Kecamatan Kulawi Selatan, yang berjarak sekitar 24,9 kilometer dari tujuan.

Akses jalan menuju Desa Mamu disebutkan memang hanya bisa dilalui untuk satu sepeda motor saja. Terlebih, jalanan tersebut diapit oleh tebing yang curam.

“Untuk kesekian kalinya, jenazah sodara kami harus dibawa kedesa Mamu Kabupaten Sigi yang hanya dapat diakses dengan menggunakan roda 2. dan dengan jarak yang sangat jauh harus ditempuh,” tulis E’Punk dalam status FB-nya.

“Mmang tak smudah mmbalikan telapak tangan untk mmbuat infrastuktur akses jlan tersebut.smua btuh proses dan skiraNya hrus mnjadi Perhatian Utama Pemerintah Daerah untk mmpermudah akses jlan tersebut,” tulisnya lagi.

#selamatjalanompi.
#kamisemuamerasakehilangan.
#RipOngkyBolu”, tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Setelah diunggah, video itu pun kemudian jadi viral. Sampai saat ini, video tersebut telah mendapat 1,1 ribu like dan telah dibagikan sebanyak 1.957 kali.

Melihat hal itu, netizen pun merasa sedih dan miris yang kemudian mereka ungkapkan di kolom komentar postingan tersebut.

Nelvi Nelvi, ” Ini di daerah mana yaa…. trut berduka, sangat terharu melihat situasi yang dialami..”

Sonia Angel, ”Innalillahi wa Innaillahirojiun Kasi masuk info kota palu saja..Semoga ada respon baik.”

Elvi Rion, “hama pe sedih jo kasian liat jenaza Ongki dibwah seperti ini..OH PUE uma mowoo ra epe totua na”

Endang Nelwan Sae, ” Sedih skali ba liat lee,.

Turut berdukacita, slamat damai tujuan.”

Tanggapan Dinkes

Video jenazah diangkut motor tersebut, mendapat tanggapan dari Dinas Kesehatan Sigi. Mewakili Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sigi, dr Ikhsan, begitu menyayangkan video viral jenasah diangkut menggunakan sepeda motor itu ke Desa Mamu, Kecamatan Pipikoro.

Kata dia, padahal program  bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta SSos MSi, di bidang kesehatan tidak main-main menggelontorkan dana yang begitu besar.

“Refleksi dua tahun duet Iwan-Paulina, sebagai bupati dan wakil bupati Sigi. Kami (Dinkes) Sigi menyerahkan lagi 5 unit mobil ambulans baru,” ungkapnya.

Dia menambahkan, melalui kesempatan di Musrenbang Kecamatan Sigi Biromaru ini, ia meminta kepada Pemdes mengganggarkan 20 persen bidang kesehatan. Sesuai yang diamanatkan KDPDT mewajibkan dana kesehatan itu tetap ada.

“Sehingga warga Sigi yang berobat bisa ditanangani dengan cepat. Kemudian jenazah diangkut naik motor tidak terulang kembali,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sidera, Al Maswir, mengatakan tidak setuju bila DD diplot 20 persen untuk kesehatan. Pembagian dana desa yang terbagi-bagi tidak mampu lagi mengakomodir bidang kesehatan.

“Anggaran DD itu sudah ada pembagianya. Tolong dong, Dinkes Sigi jangan lempar batu sembunyi tangan disini,” sindirnya.

Al Maswir menambahkan, jika berkeinginan buka-bukaan anggaran kesehatan di Dinkes Sigi cukup besar. Kenapa mesti anggaran itu tidak mampu melayani masyarakat Sigi.

“Jangan saling membuka kartu di sini. Kalau kami mau, kami juga bisa membuka kartu Dinkes Sigi disini,” pungkasnya. (fir/*)


Editor: Udin Salim