Sunday, 22 October, 2017 - 03:38

Ketika Komunitas Fotografi 20 Kota Eksplor Kota Palu

POSE BERSAMA - Anggota Instanusantara pose bersama saat mengunjungi Sou Raja atau Banua Oge di Jalan Pangeran Hidayat, Palu, Senin 1 Mei 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Dimulai di Jembatan Kuning Diakhiri di Sou Raja

Palu, Metrosulawesi.com - Mengeksplor keindahan alam dan budaya yang dimiliki Kota Palu, Sulawesi Tengah sudah menjadi harapan pemerintah daerah. Tujuannya agar dikenal secara luas bahkan hingga ke manca negara. Hal ini pula yang dilakukan para pecinta fotografi yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama Instanusantara.

Komunitas yang sudah berdiri di 20 region se-Indonesia itu merupakan sekumpulan pecinta fotografi yang memiliki keinginan untuk mengeksplor seluruh kekayaan budaya dan keindahan alam di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sedikitnya 85 orang anggota Instanusantara berasal dari berbagai daerah di luar Sulawesi Tengah baru-baru ini sengaja datang ke Kota Palu. Tujuannya, untuk melakukan Gathering Instanusantara yang ke lima di Kota Palu. Di Kota Palu sendiri anggota komunitas yang berdiri sejak lima tahun lalu itu sudah berkisar lebih dari 60 orang, sementara secara nasional anggotanya sudah mencapai 4.000-an.

“Visi-misinya itu memperkenalkan budaya Indonesia di mata internasional melalui fotografi. Kalau misinya, kita punya dua program tahunan yang pasti berjalan setiap tahunnya, ada Gathering Instanusantara itu udah lima kali (dilaksanakan), terus ada Instanusantara Nasional Photo Hunting (INPH) itu (sudah) dua kali, ini mau ketiga tahun ini,” ungkap Founder Instanusantara Andi Afriansyah, Senin 1 Mei 2017.

Selama berada di Kota Palu sejak 29 April 2017 lalu, Andi Afri, sapaan akrab pendiri komunitas tersebut, bersama rombongannya telah mengunjungi sejumlah titik wisata alam dan budaya di Kota Palu dan sekitarnya. Destinasi yang dikunjungi antara lain Tanjung Karang, Pusat Laut, Jembatan Kuning atau Jembatan IV Palu, Masjid Terapung, makam para tokoh-tokoh, dan mengakhiri kunjungan di Sou Raja atau Banua Oge, pada 1 Mei 2017 lalu.

Selain melaksanakan gathering nasional, komunitas Instanusantara juga mengunjungi destinasi-destinasi tersebut untuk diabadikan dengan kamera-kamera para anggota Instanusantara yang kemudian akan dieksplor melalui sosial media Instagram.
Komunitas ini memang mewajibkan para anggotanya mengeksplor kekayaan dan keindahan alam dan budaya setiap daerah melalui fotografi, kemudian diunggah ke sosial media Instagram agar dapat dikenal dunia.

Mengakhiri kunjungan di Rumah Raja (Sou Raja/Banua Oge) di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Lere, Kota Palu, komunitas ini disambut hangat oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui staf ahli Gubernur, Hidayat Lamakarate, juga oleh para dewan adat dan keturunan keluarga raja di sana.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, apalagi tujuannya untuk memperkenalkan daerah ke manca negara. Jujur saja, kalau boleh di bilang di Sulawesi Tengah ini banyak yang bisa dikunjungi. Begitu banyak destinasi wisata di daerah ini, salah satunya di Kepulauan Banggai,” kata Hidayat Lamakarate yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.

Berbagai tarian adat seperti tari mukambu (tarian menyambut tamu agung) dan lamale (tarian menangkap udang) menghibur para tamu luar daerah itu, setiap momen diabadikan oleh para tamu yang hampir semuanya menggenggam kamera digital.

Founder Instanusantara juga memuji keindahan dan kekayaan budaya Kota Palu.

“Kalau Kota Palu ini komplit, gunung punya, kalau wisata budaya juga punya, terus laut, bawah laut, jadi cantik lah di sini,” ujar Andi Afri yang kali ketiga ke Palu itu.

Pihak komunitas ini juga sangat berharap setiap kegiatan mereka dalam mengeksplor daerah dapat dukungan pemerintah. “(yang dieksplor) Alam dan budaya, pokoknya semuanya, seluruh tentang Indonesia. Pokoknya yang berhubungan dengan Indonesia,” kata dia.

Pihak dewan adat dan keturunan keluarga kerajaan di Banua Oge juga menyambut baik kedatangan seluruh tamu tersebut. Mereka menjamu dan memperkenalkan berbagai adat dan peninggalan di Rumah Raja itu kepada tamu luar daerah tersebut.

Sementara itu, Instanusantara akan kembali menggelar Gathering ke enam yang rencananya akan dilaksanakan di tiga pilihan kota pada tahun depan, yakni Jakarta, Palangkaraya, dan Bali.

Selain kegiatan rutin tersebut, anggota Insatnusantara juga kerap mengunjungi daerah-daearah untuk sekedar membingkai sebuah destinasi alam maupun budaya melalui kamera.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.