Saturday, 18 November, 2017 - 07:10

Ketua DPRD Morut Berikan Tanahnya untuk Perkantoran Pemda

Syarifuddin Madjid. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua DPRD Morowali Utara Syarifuddin Madjid mulai gerah dengan tudingan sejumlah LSM yang menyebut lahan lokasi pembangunan gedung baru DPRD yang baru adalah lahan miliknya, dimana dalam proyek senilai Rp15 miliar itu sudah termasuk biaya untuk pembebasan lahan.

Menurut pria yang akrab disapa Pudin itu, mereka yang menuding itu asal bunyi alias asbun karena tidak memahami kondisi di Morowali Utara.

"Kalau mau jujur dan membanggakan diri, di Morowali Utara ini justru banyak tanah milik saya yang dibangunkan kantor Pemda, tapi sampai sekarang saya tidak minta ganti rugi lahan, termasuk tanah saya yang saya hibahkan untuk perluasan jalan raya," katanya kepada Metro Sulawesi, Rabu 1 Maret 2017.

Dia sangat kecewa dengan tudingan sejumlah LSM dan beberapa media yang beropini tentang lahan pembangunan gedung DPRD Morut tanpa memberikan bukti-bukti yang akurat.

"Tindakan mereka membangun opini merusak nama baik saya itu adalah tindakan tercela, tapi saya sebagai warga Morowali Utara hanya bisa berdoa agar mereka yang berusaha mencitrakan buruk nama baik saya segera diberi petunjuk oleh Allah SWT," katanya. 

Sebagai warga Morut, sambung Pudin, dirinya menjadi bahagian dari perjuangan pemekaran Kabupaten Morowali Utara. Makanya, ketika Pemda butuh lahan untuk pembangunan kantor, Pudin tak segan-segan untuk memberikan lahannya di bangunkan kantor.

"Kalau saya tidak cinta tanah Morut ini, saya mungkin tidak akan berikan lahan saya untuk Pemda, tapi ini saya berikan karena Pemda butuh perkantoran karena saya tau Pemda belum punya anggaran untuk membebaskan lahan," ujarnya.

Olehnya, Ia meminta LSM dan media yang suka menudingnya itu untuk melihat langsung kondisi di Morut, tidak hanya mendengar isu-isu dari orang-orang yang dibicarakan di kota Palu.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.