Sunday, 17 December, 2017 - 16:24

Ketua III STAI Poso Apresiasi Mahasiswa KKN

FOTO BERSAMA - Mahasiswa KKN-T STAI Poso foto bersama seusai menggelar seminar program evaluasi akhir di lokasi kampus. (Foto : Ist)

Tiga Gugur, KKN Direncanakan di Luar Poso

Poso, Metrosulawesi.com - Mahasiswa KKN-T STAI Poso baru-baru ini menggelar seminar program evaluasi akhir di lokasi kampus. Evaluasi akhir ini merupakan yang ketiga kali usai mahasiswa melakukan KKN selama dua bulan.

Sebelumnya mahasiswa menggelar evaluasi program dan evaluasi program kerja yang berjalan. Seluruh mahasiswa STAI dari empat posko 1, 2, 3 dan 4 diwajibkan mempresentasikan seluruh program kerja selama dua bulan KKN.

Presentasi evaluasi akhir ini disaksikan Ketua III STAI Poso, Ibrahim Ismail, Camat Poso Kota Utara, Efendi Chafi’i, Seklur Lawanga, ketua panita KKN Budiman Maliki serta sekretaris panitia KKN, Abdul Kadir Abdjul.

Dalam seminar ini, masing-masing perwakilan posko baik kordes maupun sekretaris mempresentasikan program kerjanya.
Posko I yang diwakili Kordes Rijal mengatakan, program kerja mereka selama dua bulan tidak mencapai seratus persen dan baru mencapai 85 persen.

Kemudian sekretaris posko II Endriyati memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan seperti sosialisasi narkoba dan membuka perpustakaan untuk anak-anak yang semuanya berjalan seratus persen.

Posko III yang diwakili Ryan Darmawan selaku Sekretaris memaparkan sejumlah program unggulan hasil kerja sama seperti lomba hari santri, pembuatan kotak amal dan kultum bersama anak panti asuhan.

Posko 4 Kordes Yazid Amri memaparkan program seperti pembuatan tempat sampah di pedesaan dan pembuatan nama jalan.

Seluruh program yang dipaparkan oleh masing-masing posko mendapat apresiasi dari camat Poso Kota Utara dan panitia KKN.

“Kami sangat mengapresasi apa yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa KKN STAI Poso, sangat positif seluruh program yang sudah dilaksanakan,” ucap Camat Efendi Chafi’i.

Sementara itu Ketua III STAI Poso, Ibrahim Ismail mengaku, tidak aktifnya mahasiswa saat melaksanakan KKN penyebabnya adalah tidak tinggal dan menetap di poskonya. Sehingga hal tersebut menjadi satu kendala dalam melaksanakan program KKN.

“Tentunya yang menjadi kendala banyak mahasiswa yang tidak tinggal serta menetap di posko, itu salah satu kendala dalam kehadiran ketika akan bekerja,” ucap Ibrahim Ismail.

Namun meskipun demikian, pihak STAI Poso sangat mengapresasi kerja-kerja nyata seluruh mahasiswa KKN T STAI Poso. Ibrahim menambahkan, pelaksanaan KKN kemungkinan pada tahun berikutnya direncanakan mahasiswa KKN akan turun lapangan di luar daerah kota Poso, seperti di wilayah Touna, Pamona dan lainnya.

Pihak kampus STAI Poso juga menyampaikan, tahun ini ada tiga mahasiswa KKN T STAI Poso yang dinyatakan gugur dalam mengikuti proses KKN. Ketiga orang tersebut harus mengulang di tahun berikutnya, karena selama mengikuti KKN ketiga mahasiswa tersebut tidak memperlihatkan keaktifan sebagai mahasiswa KKN.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.