Saturday, 18 August, 2018 - 19:58

Keuangan Sigi 2017 Berbasis Akrual

Hajar Modjo. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.com – Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah (BKAD) Sigi, Hajar Modjo, menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sigi Tahun Anggaran (TA) 2017 itu, pengelolaan keuangan berbasis akrual (Accrual Basis). Sehingga belanja daerah yang tidak terealisasi 2017, tetap kembali ke kas daerah.

Kepala BKAD Sigi, Hajar Modjo, mengatakan terkait belanja tidak terealisasi sehingga mengakibatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) 2017 itu tetap masuk khas daerah. Karena pengelolaan keuangan tidak hanya berdasarkan realisasi pendapatan saja, melainkan belanja daerah 2017 tetap kembali ke kas daerah.

“Perlu disimak disini APBD 2017 itu tidak seluruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealiasi. Pendapatan perimbangan dari Provinsi Sulteng, maupun dengan PAD Sigi sendiri masih belum terakomodir dengan baik,” ungkap Kepala BKAD Sigi, saat mengikuti rapat pansus DPRD Sigi membahas pertanggungjawaban Bupati Sigi 2017, belum lama ini.

Hajar Modjo menambahkan, tentu Silpa 2017 ini kemungkinan besar akan berpengaruh pada belanja daerah yang telah diprogram. Sebab sebagian belanja daerah ini tidak terbayarkan akibat pendapatan yang tidak terealisasi. Namun Silpa reel tetap masuk ke khas keuangan daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Betul kami harus melihat kegiatan mana yang dibiayai melalui DAK. Sebab prioritas pertama itu uang DAK tidak bisa dikemanakan dengan membiayai program lain, dan harus focus pada pembiayaan DAK itu sendiri,” pungkasnya.

 

Editor: Masruhim Parukkai

Tags: