Saturday, 22 September, 2018 - 16:04

Komisi B Segera Gelar RDP dengan PT CNE

Muhammad Rum. (Foto : Niko/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sekretaris  Komisi B DPRD Kota Palu Muhammad Rum SH,MH meminta kejelasan tentang mediasi yang telah dilakukan antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan PT. Citra Nuansa Elok (CNE) terkait tindak lanjut gerai pakaian Ramayana di Mall Tatura Palu (MTP).

“PT .CNE sudah secara resmi menyurat ke Komisi B tentang tindak lanjut Ramayana, dan komisi B sudah menindaklanjuti surat itu ke Pemkot, untuk dilakukan mediasi antara Pemkot dan PT. CNE. Hasil dari mediasi inilah yang sampai sekarang tidak ada kejelasan kepada kami, apakah surat dari PT. CNE disepakati atau tidak,” kata Rum.

Rum mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengkoordinasikan dengan unsur pimpinan dan anggota Komisi B untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mempertanyakan hasil mediasi tersebut.

Selain itu, kata politisi Golkar ini, dalam RDP itu nantinya, PT. CNE akan dimintai pertanggungjawaban terkait aset yang dimiliki Pemkot di MTP. Sebab banyak laporan, jika aset milik Pemkot khususnya ruko-ruko yang ada di kawasan MTP sudah diperjualbelikan oleh PT. CNE sebagai pihak pengelola.

“Kalau sudah ada yang terjual, tentunya akan kita pertanyakan, kenapa PT. CNE melakukan penjualan. Dan tindakan ini diluar sepengatahuan dewan sebagai mitra kerja,” jelasnya.

Rum menjelaskan komisi B juga akan mendorong manajemen PT. CNE untuk lebih menghidupkan MTP. Sebab, sangat terlihat saat ini, kondisi MTP cukup memprihatinkan, sangat jauh berbeda dengan kondisi Palu Grand Mall (PGM).

“MTP merupakan salah satu sumber PAD Pemkot. Oleh karena itu, kita mendorong pihak manajemen PT. CNE lebih serius dalam mengelola MTP, agar MTP dapat dijadikan lumbung PAD bagi daerah,” jelasnya.

Terkait persoalan struktur manajemen PT. CNE, Rum menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Palu.

“Itu kewenangan Wali Kota, apakah akan melakukan perubahan struktur manajemen PT. CNE atau tidak. Kami dari pihak dewan hanya bisa terus mendorong manajemen PT.CNE agar dapat memajukan MTP sebagai mall pilihan pertama masyarakat Kota Palu,” ungkapnya.

Kata dia, tidak berkembangnya MTP dan kalah bersaing dengan PGM, disebabkan adanya manajemen ganda.

“Dimana struktur manajemen PT. CNE yang mengelola MTP, juga mengelolah PGM. Akhirnya hal inilah yang menimbulkan tumpang tindih diantara kedua mall tersebut. PGM semakin jaya, MTP semakin terpuruk,” katanya.

“Yah tentunya hal ini akan kita pertanyakan juga. Jika memang demikian faktanya, kami tentunya akan mengambil sikap tegas terhadap manajemen PT. CNE,” tegasnya.

Rum mengatakan adanya manajemen ganda tersebut merugikan Pemkot sebagai pemilik MTP. Sebab, manajemen yang ada, pasti cenderung memilih memajukan PGM dibandingkan MTP.

“Karena, dari segi penghasilan tentunya, mereka akan lebih banyak meraup untung dari PGM, dibandingkan MTP,” jelasnya.

Untuk itu, kata Rum, semua persoalan ini akan dituntaskan.

”Segala persoalan dalam pengelolaan MTP, akan kita tuntaskan. Hal ini semata-mata agar MTP yang merupakan sumber PAD daerah, dapat berkembang dan bersaing dengan mall yang ada di Kota Palu, maupun mall yang ada di daerah lain,” katanya di Palu, Kamis 22 September 2016.    


Editor : M Yusuf BJ