Friday, 28 April, 2017 - 07:11

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Komnas HAM Lakukan Inkuri Nasional Masyarakat Adat di Sulteng

Anak adat wana (masnov.com)

Palu, Metrosulteng.com – Komisi Nasional Hak asasi Manusia (KOMNAS HAM) RI melakukan Inkuri atau Forum untuk memeriksa dan penyelidikan terhadap masalah Hak Asasi secara Nasional.

Kali ini Komnas HAM menyelenggarakan Inkuiri nasional terkait masyarakat adat yang terisolir dengan konflik dikawasan hutannya. Salah satu kawasannya ada di Sulawesi Tengah.

“Sejak Mei kemarin Komnas HAM mulai keliling wilayah yang memiliki kaum masyarakat hukum adat, dan kali ini giliran kawasan Sulawesi dan sengaja dipusatkan di Kota Palu sebagai daerah tengah dari pulau ini”, ujarnya Rabu, (27/08/2014).

Dalam Inkuiri sejumlah pihak dari LSM, Pemerintah, dan Media akan mendengarkan kesaksian tentang terjadinya pelanggaran Hak Asasi dikawasan Hutan.

Kemudian nantinya akan menegakkan kembali hak-hak mereka dan tidak terkontaminasi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang pada akhirnya menggeser mereka selaku pemilik tunggal dari hutannya.

“Saat ini ada 7 wilayah, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Maluku, Jawa, papua, dan Nusa Tenggara, dimasing-masing wilayah ini ada sekelompok masyarakat hukum adat di hutannya, dan ini juga merupakan upaya pendidikan publik dan pelibatan seluruh elemen masyarakat agar ada keterbukaan tentang konflik yang terjadi diHutan”, kata dia.

Di Sulawesi sendiri ada empat kelompok masyarakat hukum adat yang dilipatkan pada publik hearing ini antara lain,  masyarakat To Taa Wana (Sulteng), Sedoa Lore Lindu (Sulteng), Matteko (Sulsel), barambang Katute (Sulsel). Persoalan yang akan dibahas dari masyarakat adat di Sulawesi  yakni adanya Konversi, Kenservasi dan Hutan lindung.(***)

Editor : Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.