Friday, 24 November, 2017 - 22:35

Konferensi Internasional di Untad, Empat Guru Besar Bahas Daya Saing

KEYNOTE SPEAKERS - Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS dari Universitas Tadulako mewakili Indonesia, Prof Christopher Hinckey dari Deakin University Australia, Prof Dr Rohizani Yaakub dari Universitas Sains Malaysia, dan Prof Dr Aurelio Vilbar dari Philiphines University saat menjadi pembicara seminar internasional di Gedung IT Center Untad, Jumat, 19 Mei 2017. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Universitas Tadulako (Untad) menjadi tuan rumah pelaksanaan international conference (konferensi internasional) pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan seminar membahas daya saing melalui kreativitas dan inovasi dalam mengajar dan belajar untuk mendukung daya saing internasional.

Seminar ini diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) perguruan tinggi negeri se-Indonesia yang berasal dari 29 FKIP berlangsung di Gedung IT Center Untad, Jumat, 19 Mei 2017.

Dalam membahas daya saing, empat guru besar didaulat sebagai pembicara (keynote speakers) yaitu Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS dari Universitas Tadulako mewakili Indonesia, Prof Christopher Hinckey dari Deakin University Australia, Prof Dr Rohizani Yaakub dari Universitas Sains Malaysia, dan Prof Dr Aurelio Vilbar dari Philiphines University.

Prof Basir dalam paparannya menyampaikan peran pendidikan berada digarda terdepan untuk meningkatkan daya saing. Daya saing tersebut katanya bisa diwujudkan melalui berbagai kreativitas dan inovasi, salah satunya memanfaatkan tehnologi.

“Tantangan terbesarnya untuk memulai dari diri sendiri yang membutuhkan niat dan komitemen. Intinya diperlukan prinsip,” tutur Rektor Untad itu.

Hal yang sama juga diungkapkan Prof Dr Rohizani Yaakub dari Universitas Sains Malaysia. Dia menuturkan, dalam berkompetisi, seseorang tidak boleh berhenti mencoba sesuatu yang setiap saat, tapi tentu harus dibarengi kapabilitas dan kapasitas.

“Tidak masalah kita perlahan-lahan, tapi percayalah akan sampai juga ketujuan, yang penting jangan berhenti mencoba dan menyerah,” katanya.

Hal itu dikatakan Prof Rohizani karena dalam bersaing diperlukan kepiawaian dalam kompetensi tertentu. Dia menandaskan, diera golabalisasi saat ini untuk meningkatkan daya saing tidak bisa telepas lagi dari peran tehnologi.

“Kita harus mengikuti perkembangan tehnologi, kalau tidak zaman yang akan menggerusnya,” tandas Prof Rohizani.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.