Sunday, 25 June, 2017 - 20:23

Kongres XIX PMII Serukan Perdamaian dan Kebhinekaan

BERI KETERANGAN - Konferensi pers Media Center  Kongres PMII pada Sabtu, 13 Mei 2017. (Foto : Surahmanto Sukirman/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sedikitnya 7.000 kader PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) akan berada di Palu. Mereka yang datang dari berbagai daerah di tanah air itu, akan menghadiri Kongres XIX pada 15 hingga 19 Mei di Palu.

Kordinator Nasional Media Center Kongres XIX PMII, Munawir Arifin,  mengungkapkan tema yang diangkat pada kongres PMII di Sulawesi Tengah adalah “Meneguhkan Konsensus Bernegara Untuk Indonesia Berkeadaban”.

“Kongres PMII di kota Palu merupakan kongres yang ke dua kali dihadiri oleh presiden, sebelumnya presiden menghadiri kongres PMII pada tahun 1963,” katanya kepada wartawan, Sabtu 13 Mei.

Kongres kali ini kata Munawir,  bukan hanya untuk kader PMII, tetapi ini juga merupakan perhelatan akbar oleh masyarakat Sulteng. Oleh karena itu pihaknya berharap dukungan masyarakat Palu untuk membantu suksesi kegiatan kongres PMII.

Kongres PMII XIX yang akan berlangsung hingga 19 Mei itu, dihadiri 226 Pengurus Cabang PMII serta 24 Pengurus Kordinator Cabang PMII. Total seluruhnya mencapai 7.000-an kader PMII dari berbagai daerah di Indonesia.

“Untuk rombongan kader PMII kami sudah mempersiapkan tempat tinggal di sejumlah wisma dan beberapa penginapan di Palu. Sementara untuk para peserta  yang akan memasuki arena kongres, mereka akan kami tempatkan di Asrama Haji Palu,” sambungnya.

Munawir menjelaskan, saat ini sudah terdaftar sejumlah kandidat yang akan maju pada pemilihan Ketua Pengurus Besar PMII dan Ketua PB Kopri PMII.

“Calon Ketua PB PMII terdaftar 14 calon, sementara  calon Ketua PB Kopri PMII sudah terdaftar 10 calon,” katanya.

“Kami sudah melakukan tahap seleksi untuk calon Ketua PB PMII. Syarat untuk menjadi Ketua PB PMII harus berpendidikan strata dua dan belum berumur 30 tahun. Kami juga melakukan tes kesehatan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga ketokohan Ketua PB PMII yang berkualitas,” sambungnya.

Munawir mengatakan, pihaknya menginginkan Kongres XIX PMII kali ini tidak hanya melahirkan pemimpin dan pengurus baru, tetapi juga harus bisa menyerukan pesan-pesan perdamaian untuk saling menghormati kebhinekaan dan persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Pada kongres PMII kami akan menguatkan isu kebangsaan dan kenegaraan, serta tidak melupakan nilai keislaman yang moderat. Islam rahmatan lil alamin, serta menjaga ideologi pancasila,” sambungnya.

Rencananya setelah kongres, Pengurus PB PMII akan melakukan deklarasi damai di Palu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pesan perdamaian.

Munawir mengungkapkan deklarasi perdamaian dilakukan untuk menjelaskan Sulteng merupakan daerah yang aman.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Sulteng sebagai daerah yang aman, bahwa apa yang diberitakan selama ini di media tentang Sulteng sering rusuh, itu terbantahkan dengan lancarnya penyelenggaraan kongres PMII yang dirangkaikan dengan deklarasi perdamaian,” ujarnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.