Sunday, 30 April, 2017 - 13:28

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Kontrak HGB Tidak Diperpanjang

Wali Kota Palu, Hidayat, MSi. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Wali Kota Palu, Hidayat M.Si meminta pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar tidak lagi memperpanjang masa kontrak Hak Guna Bangunan (HGB) kepada sejumlah perusahaan wilayah Kelurahan Talise dan Tondo Kecamatan Mantikulore yang sebentar lagi berakhir masa kontraknya.

“Saya sudah mengusulkan ini kepada pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang, meminta agar HGB itu tidak lagi diperpanjang,” kata Hidayat di Palu beberapa waktu lalu.

Kata dia, lahan HGB yang tidak diperpanjang masa kontraknya tersebut akan diambil alih untuk dikelolah bagi kepentingan warga Kota Palu. Pasalnya, Pemerintah Kota Palu berencana melakukan penataan bantaran sungai untuk pengembangan ruang publik atau Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Lahan eks HGB itu sangat diperlukan untuk pembangunan pemukiman, yang bisa jadi warga bantaran sungai Palu sementara waktu dapat tinggal di rumah yang telah disediakan Pemkot Palu. Pemkot Palu juga berencana akan membuat masterplan di kawasan itu untuk dikelola,” jelasnya.

Hidayat mengungkapkan pada lahan eks HGB seluas 192 hektarakan dibangun 4.500 unit rumah, termasuk homestay yang penganggarannya dibantu oleh Kementerian Pariwisata.

“Kita sudah rencanakan akan membangun 4.500 unit rumah. Itu termasuk homestay yang dibantu Kementerian Pariwisata. Kemudian ada masyarakat kitayang mungkin nanti akan kita relokasi saat perbaikan-perbaikan bantaran sungai dan pembangunan jembatan,” jelasnya.

Selain itu, kata Wali Kota Hidayat, pihaknya juga berencana membangun Islamic Center dan tempat rehabilitasi pengguna narkoba.

“Lahan eks HGB itu juga diperuntukkan untuk membangun perkantoran bagi OPD yang belum memiliki kantor,” ungkapnya.

Menurutnya, kontrak HGB tersebut selama puluhan tahun tidak dimanfaatkan. Dia menegaskan bahwa tidak ada lagi perpanjangan kontrak HGB bagi perusahaan-perusahaan tersebut. 

“Jika mereka ingin memperpanjang kontrak HGBnya, harus ada persetujuan dari Pemerintah Kota. Kalau buat saya, jangan di perpanjang, saya minta itu di HPLkan,” tegas Hidayat.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.