Monday, 18 December, 2017 - 17:08

Kontraktor Mengeluh Proyek di Morut Dikuasai Anggota DPRD

Anggota DPRD Mitanis Tulaka, bersama adiknya Sekda Yalbert Tulaka dan Bupati Ir. Aptripel Tumimomor pada suatu kesempatan. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Sejumlah kontraktor di Kabupaten Morowali Utara mengeluh dan mengancam akan demo ke Bupati. Pasalnya program usulan hasil reses anggota DPRD atau proyek aspirasi tidak boleh dikerjakan kontraktor, kecuali direkomendasikan oleh oknum yang mengusulkan proyek tersebut.

Beberapa kontraktor yakni Yanis Mesepi dan Asran kepada Metrosulawesi mengungkapkan kekesalannya ketika mereka keluar masuk pada sejumlah SKPD saat melobi proyek-proyek penunjukan langsung. Namun, mendapat penjelasan bahwa proyek sudah tidak ada dan diminta menghubungi anggota DPRD.

“Karena sejumlah paket ini milik mereka,” ungkap Yanis Mesepi menirukan jawaban para pimpinan di sejumlah SKPD baru-baru ini.

Politisi senior dari partai Golkar Mitanis Tulaka yang ditemui koran ini mengaku ada beberapa anggota DPRD sangat disesali tindakannya meminta proyek atau mematok pada sejumlah SKPD. Oknum DPRD tersebut mengaku bahwa paket itu ia yang perjuangkan hingga lolos dalam pembahasan di tingkat anggota legislatif.

“Program aspirasi adalah hasil kerja kita (dalam masa reses) yang tidak terakomodir dalam musrembang tetapi bukan berarti program itu menjadi milik kita (anggota DPRD) karena tidak ada dasar hukum yang menjadi rujukan kita anggota DPRD mengklaim program aspirasi adalah milik pribadi yang mengusulkan,” tandas Mitanis Tulaka.

Sementara itu politisi Partai Gerindra, Irsad Mogelea, SH yang dimintai tanggapan mengenai program aspirasi yang telah dimiliki oleh sejumlah anggota DPRD Morut, menilai program aspirasi bagi dia hanya diperuntukan kepada masyarakat yang memberikan aspirasi suaranya kepadanya.

“Pimpinan SKPD tidak perlu takut programnya bakal dicoret dalam pembahasan,” tegasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.