Monday, 23 July, 2018 - 08:20

Kopi Bule Beroperasi di 8 Kecamatan di Sigi

Baktiar, Ssos. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Pemkab Sigi, melalui koperasi berbasis pertanian melakukan sosialisasi terkait program Kopi Bule 2018. Program itu merupakan koperasi bersinergi dengan badan usaha milik desa (Bumdes) 2018, yang disingkat dengan Kopi Bule di Sigi.

Pembina Bumdes Sigi, Baktiar Ssos, mengatakan terkait program Kopi Bule di Kecamatan Sigi Biromaru itu. Ia berkesempatan dipanggil membawa materi di kegiatan tersebut. Karena peserta kegiatan diambil dari perwakilan Bumdes.

“Saya berkesempatan membawa materi kemarin tentang Kopi Bule 2018. Semoga program baru ini memberi dampak positif di Sigi,” ungkap Baktiar, kepada Metrosulawesi, Selasa, 22 Mei 2018.

Dia menjelaskan, selama 2018 ini koperasi bersinergi dengan bumdes akan beroperasi di 8 kecamatan, yakni Gumbasa, Sigi Biromaru, Palolo, Tanambulava, Kulawi, Dolo, Dolo Barat, dan Malawola.

Dia menambahkan, koperasi dan Bumdes bakal bekerja sama ke depan itu sifatnya bermitra saja. Namun masing-masing lembaga akan saling diuntungkan. Begitu pun dengan bentuk pengawasan tidak saling mengintervensi.

“Program ini alur anggaran diplot ke koperasi berkaitan dengan pertanian, misal pupuk. Kemudian koperasi distribusi Bumdes sebagai kerja sama pemasaran. Karena, Bumdes berada di desa sehingga cocok dijadikan mitra,” terangnya.

Menurutnya, program ini koperasi bertindak sebagai, sedangkan pengecer adalah bumdes. Tetapi, cara main pengecer bumdes tetap memakai HET sebagai harga satuan eceran tertinggi.

“Karena selama ini beberapa Bumdes di Sigi telah bermitra dengan LPG dengan Bulog sesuai aturan HET dari itu. Jangan sampai terjadi perselisihan ketika tidak mengikuti satuan harga tertinggi di desa,” jelasnya.


Editor: Syamsu Rizal

You voted 'Sedih'.