Friday, 18 August, 2017 - 09:21

Kopi Sulteng Segera Mendunia

RAPAT PERSIAPAN - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palu, Sudaryano R Lamangkona (kedua dari kanan) saat memimpin rapat koordinasi persiapan event Festival Kreatif Kopi Sulawesi Tengah di kantornya Jumat, 4 Mei 2017. (Foto : Adhi Abdhian/ Metrosulawesi)

Gelar Festival Kreatif Kopi, Hadirkan Bintang Film Filosofi Kopi

Palu, Metrosulawesi.com – Kembali pengembangan salah satu komoditi kuliner lokal mendapat angin segar dari pemerintah. Setelah sukses mengangkat olahan cokelat dan bawang goreng, kini olahan kopi tradisional jadi perhatian pemkot Palu untuk diangkat menjadi produk kuliner unggulan.

“Kopi yang tumbuh di seantero Sulawesi tengah, punya citarasa yang khas. Juga, punya proses historis yang sangat erat dengan kehidupan warga,” ungkap Sudaryano R Lamangkona Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palu saat memimpin rapat koordinasi persiapan event Festival Kreatif Kopi Sulawesi Tengah di kantornya Jumat, 4 Mei.

Event yang bakal digelar 20-21 Mei mendatang di Baywalk Citraland ini mengambil tema ‘Menguak Identitas Kopi Lokal”. Rencananya diikuti puluhan pengusaha dan owner warkop, kuliner  dan coffee shop se- kota Palu dan sekitarnya.

Digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Sulteng, ajang ini juga didukung penuh oleh komunitas pecinta kopi kota palu (Kapekape).

Selain menjadi ajang show off potensi kopi palu yang belakangan mulai populer seperti kopi Peana, Napu, Kulawi dan Pipikoro. Lewat event ini, juga bakal digagas asosiasi yang menjadi wadah pengembangan, tukar informasi dan sharing para pengusaha kopi se-kota Palu.

“Sekaligus menjadi pelopor pergerakan kemajuan potensi kopi lokal. Artinya kedepan semua kegiatan yang berhubungan dengan kemajuan dan proses pengolahan kopi daru hulu ke ilir, akan terus didorong dan didukung pemerintah,” beber Sudaryano.

Ia juga sagat berharap dengan dukungan instansinya,  lewat ajang kreatif sejenis, mampu menumbuhkan industri kreatif dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

“Bila perlu kita akan konsultasi dan sharing dengan pemilik gerai kopi franchise nasional maupun internasional di Palu agar mau memfasilitasi kopi lokal menjadi salah satu menu unggulannya,” harapnya.

Uniknya, salah satu kopi unggulan Sulteng yakni kopi toratima, juga bakal di perkenalkan bahkan bisa di sruput gratis disini. Ya, kopi yang berasal dari Desa Porelea di Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi ini punya kualitas setara kopi luwak. Kopi ini hasil fermentasi Tangali (binatang sejenis kuskus berkantung yang merupakan hewan endemik khas sulteng). Kopi itu hasil kunyahannya yang menelan kulit kopi yang manis, lalu memuntahkan biji kopi dalam keadaan sudah terkupas menjadi beras-kopi dan berwarna putih. Kopi ini tinggal disangrai dan ditumbuk. Aromanya lebih wangi dan rasa lebih enak dibanding kopi yang dipetik.

Hal senada juga disampaikan Recki lapian, Konsultan Bisnis dan Pariwisata Bekraf Sulteng yang juga ketua panitia dari event ini. Selain keinginnya menjadikannya event reguler pengembangan swakelola bidang kuliner dengan konsentrasi kopi, ajang ini diharapkan mampu menjadi pergerakan awal menjadikan kopi lokal menjadi komoditi yang mampu mencuat ditingkat regional bahkan tidak menutup kemungkinan, hingga internasional.

“Kualitasnya kita punya. lewat kerjasama dengan pemerintah, event sejenis bakal sering digarap agar roadmap pengembangan kopi di Palu bisa bergerak cepat hingga ke mancanegara,” jelas Recki.

Banyak alasan kenapa event ini bakal mencuri perhatian. Pertama, selain mengangkat potensi kopi lokal, juga menghadirkan bintang tmu pengusaha kopi dan bintang nasional; Ricco Jericho dan Rio Dewanto (pemeran film Filosofi Kopi).

Selain itu ada sesi workshop dan edukasi pengolahan biji kopi yang dipandu langsung oleh Frangky Angka Wijaya yang merupakan Ketua lembaga Sertifikasi Barista Indonesia.

“Silahkan nanti sharing apa saja terkait pengolahan hingga bisnis kopi disesi ini. Sangat bermanfaat bagi siapa saja termasuk pecinta kopi, dan terlebih bagi pengusaha kopi. Baik warkop maupun expert,” katanya lagi. 

Sederet acara menarik juga disiapkan. Mulai dari sesi napak tilas kopi sulteng, fashion dan coffee entertain, ngopi bareng komunitas dan seruput kopi massal.

Nah, seruput kopi massal inilah yang juga menjadi salah satu daya tarik utamanya.  Diperkirakan 5000 orang akan dilibatkan dalam aksi sruput 5000 cup beragam citarasa kopi lokal secara ‘berjamaah’.

“Sebelum aksi sruput bersama, semuanya mengangkat cup kopinya bersamaan. Aksi itu hingga setelah seruput bersamaan, akan direkam oleh drone agar nantinya bisa kami publikasikan lebih luas,” tutur Decky. 
 

Editor : Udin Salim 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.