Tuesday, 27 June, 2017 - 21:55

Korban Setubuh Ayah Kandung Alami Gangguan Jiwa

ILUSTRASI - Gangguan jiwa. (Foto : Ist)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Korban "E" disetubuhi ayah kandung "RJ" sejak masih duduk di bangku SMP pada tahun 2011 ini diduga mengalami ganguan kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Morowali, AKP David Jekson Sianipar didampingi Kanit IV PPA Bripka Adrian Ndai mengungkapkan korban "E" belum dapat diperiksa mendetail.

Sebab, kata dia korban masih sakit, bahkan ada gejala gangguan jiwa, sering bicara-bicara sendiri dan berteriak-teriak histeris.

“Sementara kami minta untuk diperiksa oleh dokter ahli, psikolog,” kata David Jekson Sianipar di Morowali, Rabu 31 Agustus 2016.

Korban sebelumnya dikabarkan hamil, anmtu setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, tidak ada tanda-tanda kehamilan.

Sementara itu, isu yang berkembang dimasyarakat bahwa kedua adik korban "E" juga telah disetubuhi ayah kandungnya "RJ" menurut ibu korban "RS" (34) bahwa anak-anaknya yang ditinggal sejak tahun 2011 belum ada yang mau terbuka menceritakan peristiwa yang mereka alami.

“Mungkin adanya ancaman ayah mereka yang mengancam akan dibunuh kalau bilang siapa-siapa,” ungkap RS di hadapan penyidik Polres Morowali.

Kasat Reskrim mengatakan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah korban "E" yang saat ini telah duduk di bangku kelas III salah satu SMK di Morowali Utara telah sembuh dari sakitnya. Diharapkan, korban dapat mengungkap apa yang telah dialaminya dan semua perbuatan ayah kandungnya akan terungkap.

Adapun pelaku diancam pasal 81 ayat 1 persetubuhan terhadap anak kandung dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun. Namun, jika terbukti kedua adiknya juga turut menjadi korban ancaman pidanya seumur hidup.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.