Sunday, 22 October, 2017 - 18:08

Korupsi Perusda Parimo, Mantan Direktur Operasional Huni Rutan Maesa

BARANG BUKTI - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi, Jurist Prercisely Sitepu (kiri) dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Parigi, Reza Hidayat memperlihatkan dokumen yang disita di kantor Bank BTN Palu, Rabu 3 Agustus 2016 terkait dugaan korupsi di Perusda Parimo. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi menahan mantan Direktur Operasional Perusda Parimo, Sugendi Samudin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (Perusda) Parigi Moutong (Parimo).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi, Jurist Prercisely Sitepu melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Reza Hidayat kepada Metrosulawesi melalui ponselnya, Jumat, 25 November 2016.

Reza mengatakan, pihaknya sudah menahan tersangka Sugendi Samudin saat pelimpahan berkas dan alat bukti kepada penuntut umum (tahap II) di kantor Kejaksaan Negeri Palu pada Jumat, 25 November. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan dan mempercepat proses penuntutan perkara ini hingga dilimpahkan ke pengadilan nantinya.

"Kami sudah tahan tersangka SS di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II A Palu, kami titip di Rutan Maesa," ujarnya.

Reza mengatakan, setelah semua berkas bersama alat buktinya sudah lengkap, maka pihaknya limpahkan perkara ini kepada penuntut umum agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palu.

Sebelumnya Reza mengatakan, kerugian negara pada kasus dugaan korupsi di Perusda Parimo diperkirakan mencapai Rp. 500 juta. Namun angka pastinya masih menunggu proses perhitungan kerugian negara.

“Kerugian negara sementara  diperkirakan senilai Rp 500 juta, tapi bisa saja bertambah atau berkurang nanti dalam putusan Pengadilan, tergantung fakta persidangan,” katanya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.