Monday, 23 July, 2018 - 23:50

Kosmetik Palsu Dijual Online, BPOM Palu Bekuk Dua Pelaku

KOSMETIK PALSU - BPOM Palu menggelar kosmetik palsu hasil tangkapan bersama Direktorat Khusus Polda Sulteng, Kamis 10 November 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan(BPOM) Kota Palu bersama Direktorat Khusus Polda Sulteng, yang tergabung dalam tim Satgas pemberantasan berhasil mengamankan ratusan jenis kosmetik palsu yang beredar melalui penjualan secara online.

Pengungkapan kasus ini terdiri atas dua kasus berbeda, masing-masing penangkapan terhadap distributor dan produksi rumahan.

Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Sulteng AKBP Setiadi Sulaksono membenarkan adanya pengungkapan kasus memperjual belikan kosmetik tanpa izin dari Balai POM tersebut.

"Dalam kasus ini terdapat dua tersangka yakni Ir dan Jr. Namun tidak dilakukan penahanan karena keduanya bersikap kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Dari kosmetik palsu ini jika dirupiahkan berkisar sekitar Rp100 juta lebih," sebut Setiadi kepada wartawan di Aula BPOM Palu, Kamis 10 November 2016.

Kepala BPOM Palu Drs Safriansyah menjelaskan kronologis terbongkarnya penjualan kosmetik palsu tersebut. Di TKP pertama katanya, tim pemberantasan menemukan 68 jenis kosmetik palsu di antaranya: crem, lotion, lipstik dan mascara. Jika dihitung per butir terdapat 6.713 buah dengan nilai ekonominya Rp48,31 juta

Kemudian TKP kedua, tim mengamankan kemasan primer plastic dan sekunder untuk membungkus dan juga ada hasil racikan dengan total 16 koli serta produk siap edar yang nilainya kurang lebih Rp48.47 juta.

"Jadi jika ditotalkan dari penjualan kosmetik palsu ini bisa mencapai Rp100 juta lebih," sebutnya.

Hasil tangkapan itu merupakan pengungkapan dari gabungan tim satgas pemberantasan Balai POM Palu dan jajaran Polda Sulteng yang dimulai sejak 7 sampai 9 November.

Lebih jauh dikatakan, dari hasil pemeriksaan sementara para pelaku telah melakukan penjualan kosmetik palsu ini sudah hampir satu tahun lebih. Pemasarannya dilakukan secara online. Memperolehnya dari distributor Makassar pun dilakukan cara online.

Kedua tersangka melakukan aksinya dengan cara memproduksi sendiri dengan cara membeli kosmetik yang sudah ada, baik terdaftar maupun tidak terdaftar. Bahan-bahan itu kemudian dicampur bahan merkuri sebagai bahan pemutih.

"Padahal mercuri itu sangat berbahaya bagi kulit yang bisa mengakibatkan kanker kulit. Jadi konsumen diharapkan tidak mudah percaya dengan barang kosmetik yang di jual secara online dan murah," imbaunya.

Kedua pelaku ini dijerat dengan UU Kesehatan No 36 tahun 2009 terkait memproduksi dan atau penyediaan farmasi dan tidak memiliki izin edar dengan ancaman pidana selama 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. Kemudian, pasal 196 dengan kurungan penjara 10 tahun dan denda Rp1 miliar.

Informasi yang dihimpun media ini, para penjual kosmetik palsu ini merupkan residivis kasus yang sama, dimana mereka sebelumnya pernah diproses oleh pihak Polda Sulteng. Karena dapat memberikan keuntungan berlimpah akhirnya mereka kembali melakukan penjualan kosmetik produk palsu.

Pada penangkapan pertama mereka berhasil diamankan di sebuah rumah kontrakan Jalan.Purnawirawan, dan kali ini diketahui di sebuah rumah wilayah Tinggede kabupaten Sigi.


Editor : Udin Salim