Wednesday, 23 May, 2018 - 20:41

Kota Palu Alami Deflasi 0,14 Persen

Wahyu Yulianto. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Selama November Harga Tomat Turun Hingga 50 Persen

Palu, Metrosulawesi.com - Selama November 2017, Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,14 persen. Angka inflasi yang rendah tersebut dipengaruhi oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,14 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

Meski mengalami deflasi, sejumlah komoditi juga mengalami kenaikan harga, misalnya kenaikan indeks harga yang terjadi pada kelompok kesehatan (0,73 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,16 persen), sandang (0,14 persen), serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,10 persen).

“Pada november 2017 berdasarkan pengamatan kami selama satu bulan penuh, ternyata terjadi deflasi 0,14 persen. Komoditas penyumbang deflasi terbesar itu tomat buah 0,06 persen. Tomat buah ini penurunannya sangat tinggi lebih dari 50 persen selama November,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng Wahyu Yulianto saat merilis data di Kantor BPS Sulteng, Senin 4 Desember 2017.

“Apabila  kita lihat 3 tahun terakhir, di bulan November 2017 ini terjadi deflasi (inflasi) terendah,” katanya.

Dalam tiga tahun terakhir, Kota Palu pada periode November 2017 mengalami deflasi sebesar 0,14 persen. Sedangkan periode November 2016 mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, dimana angka ini lebih tinggi dari periode yang sama di tahun 2015 sebesar 0,47 persen.

Sementara laju inflasi tahun kalender hingga November 2017 sebesar 2,41 persen menjadi yang tertinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2015 sebesar 2,16 persen dan tahun 2016 sebesar 0,34 persen.

Inflasi year on year pada November 2017 sebesar 3,58 persen, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 sebesar 5,08 persen, namun masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 2,31 persen.

Melihat inflasi yang cukup terjaga pada bulan lalu, BPS optimistis target 3 plus minus 1 laju inflasi Kota Palu bisa dicapai, asalkan pihak terkait dapat mengendalikan harga dengan baik pada akhir tahun. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pada saat akhir tahun terjadi kenaikan harga yang menyebabkan inflasi cukup tinggi.

“Setelah lebaran relatif inflasi kita terkendali. Tinggal satu bulan ini kita akan menentukan apa kita akan berlari kencang. Biasnya terjadi kenaikan cukup tinggi ini,” ujar Wahyu.

Tags: