Saturday, 22 September, 2018 - 14:46

Kota Palu Diharapkan Jadi “Role Model” Keelokan Budaya

ILUSTRASI - Pentas Budaya pada pelaksanaan Festival Pesona Palu Nomoni III 2017. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pada 2018, Pemerintah Kota Palu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  dalam bentuk program kegiatan berskala nasional dan internasional.

Kata Ansyar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Dirjen Kebudayaan Nomor : 1052/E.E1/KB/2018, menetapkan Kota Palu sebagai daerah prioritas penyusunan  Pokok Pikiran Kebudayaan bersama dua kota lainnya (Kota Ambon dan Kota Malang) yang akan dijadikan Role model (percontohan) bagi daerah lainnya di Indonesia.

“Kota Palu akan memfasilitasi tata kelola lembaga adat di Kota Palu sebagai  praktek cerdas (best practice) lembaga  adat se Indonesia melalui kegiatan Workshop Implementasi Nilai Budaya Bangsa dengan menghadirkan Lembaga Adat se Indonesia dan Sultan, Raja, Penglingsir yang tergabung dalam Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia),” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menetapkan dan menfasilitasi Kota Palu sebagai salah satu daerah penyelenggara Platform Indonesiana, berupa rangkaian festival budaya nusantara yang berskala Internasional. 

Kota Palu juga ditetapkan sebagai daerah tujuan OCAS Vinclous Orkestra Spanyol yang merupakan kumpulan pelaku seni budaya dari masyarakat menengah Spanyol untuk tampil pada kegiatan Palu Salonde Perkusi. 

Diketahui, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI menunjuk Kota Palu sebagai Tuan rumah Pekan Budaya Indonesia III dan Dialog Nasional Revitalisasi Nilai Budaya Bangsa dalam rangka keutuhan NKRI, yang pelaksanaannya bersamaan dengan Pesona Palu Nomoni II Tahun 2017.

“Dengan dasar bahwa  Pemerintah Kota Palu memiliki visi budaya dan adat, serta komitmen dan kebijakan yang kuat terhadap pelestarian  dan pengembangan budaya pada masyarakat Kota Palu,” kata Ansyar. 

Kata dia, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI dalam melaksanakan Pekan Budaya Indonesia III menyiapkan anggaran kurang lebih Rp9 Miliar, dengan mendatangkan para maestro dan pelaku seni budaya, perwakilan pelajar berprestasi se-Indonesia, melaksanakan seminar, workshop dan pameran seni budaya berskala nasional, pentas musik tradisional dan kontemporer serta kegiatan budaya berskala nasional lainnya di Kota Palu. 

“Untuk mendukung kegiatan tersebut, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu mengusulkan perubahan anggaran pada tahun 2017 dana sebesar Rp456 juta, yang bersumber dari dana beasiswa guru yang tidak dapat dimanfaatkan pada 2017, yang mana proses dan mekanisme perubahan anggaran dilakukan bersama Pemerintah Kota Palu dan DPRD Kota Palu,” jelasnya.  

 

Editor: M Yusuf Bj