Friday, 28 April, 2017 - 07:06

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

KPH Morowali Kekurangan Personil

Dodi RS. (Foto : Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - Jumlah Polisi Hutan (Polhut) untuk melakukan operasi pengawasan terhadap kelangsungan potensi hutan di wilayah Kabupaten Morowali, belum mencukupi dan masih perlu ditambah personil.

Pelaksana Tehknik UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tepe Asa Moroso Morowali, Dodi R.S mengatakan hal ini terkait masih ada beberapa wilayah di daerah Morowali, cenderung terjadi kasus ilegalloging, untuk inilah butuh penambahan petugas.

"KPH Tepe Asa Moroso Morowali memetakan pengambilan kayu dilakukan secara ilegal berada pada tiga titik wilayah, dan paling rawan di Kecamatan Bahodopi," ucap Dodi saat menjelaskan ke Metrosulawesi di Bungku, Kamis 9 Maret 2017.

Disisi lain, sarana penunjang untuk melakukan pengawasan menuju setiap lokasi, juga memerlukan pembiayaan dan mungkin ini salah satu yang membatasi dan menjadi penghambat, sehingga petugas sulit untuk bergerak.

"PNS bertugas disini hanya 5 orang, belum lagi dengan biaya operasional. Dua problem inilah sekiranya yang terjadi dengan kami disini," ungkapnya.

Beruntung juga masih ada tenaga yang bisa membantu petugas, meski dalam kesehariannya, kata Dodi mereka bekerja tak merasa terbebani, karena semata-mata bekerja secara sukarela dan tidak mendapatkan honor.

Hal yang memudahkan masyarakat  melakukan pengambilan potensi hutan, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Bohodi, ini lebih disebabkan banyaknya akses jalan menuju kawasan hutan.

"Sesungguhnya ada aturan yang membolehkan masyarakat untuk melakukan pengambilan hasil hutan dan yang tidak diperbolehkan pelaku bisa mendapatkan sanksi pidana," katanya.

Idealnya untuk satu orang Polhut perlu mengawasi lahan hutan sekitar 500 Hektar,namun ini sangat berbanding jauh dengan jumlah luas lahan yang masuk dalam lingkaran pengawasan KPH Tepe Asa Moroso Morowali mencapi 29,120 Hektar.

"Kasus seperti pencurian kayu informasinya sering kami peroleh dari laporan masyarakat," ungkapnya.

Dengan luas wilayah yang masuk dalam lingkaran pengawasan dan adanya keterbasan jumlah personil sangat riskan kalau tidak secepatnya diantisipasi, juga akan memberi peluang besar terjadinya penebangan pohon secara liar didalam kawasan hutan.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.