Thursday, 29 June, 2017 - 08:26

KPR BTN Tembus Rp 5,9 Triliun di Indonesia Properti Expo 2017

Ilustrasi Bank BTN. Foto: Ist

Jakarta, Metrosulawesi.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai bank penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) sukses mencatatkan raihan kredit Rp 5,9 triliun dari target sebesar Rp 5,9 triliun di Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. Jumlah ini bahkan naik hampir tiga kali lipat dari potensi KPR yang dibidik pada awal pembukaan sebesar Rp 2,5 triliun.

Acara IPEX 2017 yang digelar di JCC Senayan pada 11-19 Februari ini sukses menyedot 250 ribu pengunjung yang dihadiri oleh 700 properti dari 212 pengembang seluruh Indonesia.

Dikutip dari Detik Finance, dari potensi kredit yang berhasil dicatatkan oleh 18 kantor cabang Bank BTN, mayoritas pembeli menyerbu properti di wilayah Bekasi, kemudian Tangerang dan Bogor.

Nilai permohonan KPR yang dicetak dari kantor BTN yang beroperasi di wilayah tersebut, masing-masing lebih dari Rp 950 miliar, Rp 869 miliar, dan Rp 540 miliar.

Dari total pencapaian penyaluran KPR dalam yang mencapai Rp 5,9 triliun tersebut, kontribusi KPR non subsidi masih paling dominan mengungguli KPR subsidi.

Dalam pameran ini, Bank BTN sendiri menawarkan beragam kemudahan dan promosi. Di antaranya bunga murah sebesar 4,67% fixed 1 tahun untuk KPR non subsidi dan bunga 5% fixed untuk KPR subsidi. Masyarakat juga dapat menikmati fasilitas uang muka mulai 5% untuk KPR non subsidi dan 1% untuk KPR subsidi.

Selain itu, Bank BTN juga menawarkan jangka waktu kredit selama 25 tahun untuk KPR non subsidi dan 20 tahun untuk KPR subsidi. 

Dengan kesuksesan IPEX yang digelar pada awal tahun ini, BTN optimistis bisa menembus target pangsa pasarnya di bisnis KPR yaitu sebesar 40% pada 2019 dari posisi saat ini sekitar 33,57%.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.