Monday, 23 July, 2018 - 08:17

KPU Buol dan Bangkep Tunda Penetapan Pemenang

Komisioner KPU Buol, Alamsyah Butudoka. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pasangan calon bupati dan wakil bupati peraih suara terbanyak di pilkada Buol dan Bangkep harus menunda pesta kemenangan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) di dua kabupaten yakni Buol dan Banggai Kepulauan (Bangkep) menunda pleno penetapan pasangan calon terpilih di pilkada setelah adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hasil rekapitulasi oleh KPU Buol peraih suara terbanyak adalah pasangan Amirudin Rauf-H Abdullah Batalipu. Sedangkan di Bangkep pasangan Zainal Mus-Rais Adam mengungguli tiga pasangan lainnya.

Komisioner KPU Buol Alamsyah Butudoka mengatakan, pleno KPU Buol yang digelar 5 Maret 2017 menetapkan menunda penetapan pasangan dr Amirudin Rauf-H Abdullah Batalipu sebagai calon terpilih.

Selanjutnya, pihaknya bersiap-siap menghadapi gugatan di MK yang diajukan oleh pasangan calon Syamsuddin Koloi-Nurseha.

“Kami juga sudah menyurati pasangan calon, memberitahu bahwa penetapan calon terpilih ditunda karena adanya gugatan ke MK,” kata Alamsyah dikonfirmasi dari Palu melalui ponselnya, Selasa 7 Maret 2017.

Dia mengatakan, penundaan penetapan mengacu pada Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2015 yang diubah dengan PKPU 15/2016. Meski belum mengetahui materi gugatan yang diajukan oleh tim pasangan calon Syamsuddin Koloi-Nurseha, namun, KPU Buol sudah mempersiapkan bukti-bukti untuk diajukan menghadapi gugatan di MK.

“Sesuai jadwal nanti tanggal 13-14 Maret akan diketahui gugatannya seperti apa,” katanya.

Adapun gugatan ke MK adalah hasil pleno penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara di pilkada Buol yang digelar KPU Buol pada 23 Februari 2017.

Sementara itu, KPU Banggai Kepulauan juga menunda penetapan pasangan calon terpilih di pilkada yang digelar 15 Februari 2017. Pasangan calon bupati dan wakil bupati Irianto Malinggong-Hesmon FVL mengajukan gugatan ke MK.

Ketua KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden mengatakan, belum diketahui lokus gugatan pasangan nomor urut empat tersebut. Namun, KPU Sulteng dalam posisi melakukan supervisi dan pendampingan terhadap KPU kabupaten yang bersengketa di MK.

Sesuai jadwal, setelah KPU kabupaten menerima materi gugatan melalui KPU RI pada 23 Februari 2017, selanjutnya perkara mulai disidangkan.

Dijadwalkan pada 16-22 Maret akan dilakukan pemeriksaan pendahuluan oleh MK untuk selanjutnya diputuskan apakah lolos dismissal atau tidak.

“Sesuai peraturan MK Nomor 3 Tahun 2017, putusan dismissal diagendakan tanggal 30 Maret sampai 5 April 2017,” kata Sahran Raden.

Jika tidak lolos dismissal atau gugatan ditolak maka, KPU Buol dan Bangkep segera menetapkan pasangan calon terpilih. Tapi, jika lolos dismissal maka KPU harus menunggu sampai putusan akhir dan melaksanakan sesuai amar putusan.

“Kalau lolos dismissal, maka persidangan sampai Mei,” kata Sahran Raden.


Editor : Udin Salim