Thursday, 23 November, 2017 - 06:14

KPU Laksanakan PSU di TPS 7 Mamboro

Ketua KPU Kota Palu, Marwan P Angku. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Komisi Pemilihan Umum KPU Palu akan melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 7 kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara, Kamis (17/12/2015). PSU dilaksanakan berdasarkan surat rekomendasi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Palu Utara kepada PPK Palu Utara.

“PSU dilaksanakan karena adanya kejanggalan terjadi di TPS tersebut saat rekapitulasi. Kejanggalan tersebut berupa Form Model C7-KWK tidak sesuai dengan Form Model C1-KWK. Form Model C7-KWK penguna hak pilih yang menggunakan KTP sebanyak 132 orang, sedangkan pada Form Model C1-KWK pengguna hak pilih yang menggunakan KTP (DPTB-2) sebanyak 172 orang, maka terdapat selisih 5 pemilih. Form Model C7-KWK tidak ditanda tangani oleh ketua KPPS dan Form Model C7-KWK identitas pemilih yang menggunakan KTP (DPTB-2) tidak dicantumkan,” ungkap Ketua KPU Kota Palu, Marwan P. Angku, Selasa (15/12/2015).

Marwan mengatakan bahwa pelaksanaan PSU juga berdasarkan hasil penelitian dan rapat pleno yang dilakukan oleh KPU maka, diputuskan akan dilakukan pemungutan suara ulang di TPS tersebut.

“Juga terjadi saat rekapitulasi di Kecamatan Palu Utara yaitu dokumen C7-KWK yang merupakan daftar hadir pemilih tidak berada dalam kotak suara tapi berada di luar kotak suara, maka dianggap meragukan,” katanya.

Saat ini, kata Marwan, rekapitulasi di Kecamatan Palu Utara dihentikan menunggu hasil PSU selesai.

“Rekapitulasi hasil PSU akan dibawa ke KPU, yang saat itu juga (17 Desember) sedang melakukan rekapitulasi. Dengan demikian tidak ada tahapan yang tertunda. Jadi semuanya sesuai tahapan KPU,” jelas Marwan.

“PSU dilakukan untuk mengamankan hasil perolehan suara pilkada. Agar otentisitas suara terjamin, sehingga tidak menimbulkan keraguan,” katanya.

Marwan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tenga melakukan berbagai persiapan jelasng PSU.

“PPK dan KPPS melakukan sosialisasi di kelurahan, diTPS 7. Kami juga telah mengirimkan C6 yaitu surat pemberitahuan  PSU yang dimana  KPPS akan membagikan kepada pemilih yang berhak,” katanya.

“Surat suara sudah disiapkan, tinggal mendistribusikan saja. Surat suara sudah di segel dan dimasukan di dalam kotak, dengan jumlah sesuai DPT yaitu 367 ditambah 2,5 persen atau 377 surat suara,” kata Marwan.

Di tempat berbeda, Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslih Kota Palu, Ivan Yudarta membenarkan hal tersebut. Dia menjelakan secara prosedur daftar yang dimasukkan diluar kotak dianggap janggal.

“Cuma ditulis KTP saja, ini menimbulkan pertanyaan. Nama dan no NIK tidak ada. Prosedur ini menurut kita janggal,” kata Ivan Yudarta.

“Setelah kami kaji, maka kami merekomendasikan untuk dilakukan PSU. Jadi secara administrasi seperti itu,” ungkapnya. (hen)

Tingkat Partisipasi Pemilih di Kota Palu Menurun

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Marwan P. Angku mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota menurun dibandingkan pemilihan presiden 2014. Namun menurutnya, tingkat partisipasi pilkada kali ini naik dua persen jika dibandingkan dengan pilkada Kota Palu 2010.

“Tingkat partisipasi pemilih pilkada kali ini sebanyak 62 persen. Angka ini memang menurun dibandingkan partisipasi pemilih pada saat pilpres 2014 yang sebesar 71 persen. Tapi jika dibandingkan dengan pilkada 2010, jumlah partisipasi pemilih Kota Palu ada kenaikan dua persen,” kata Marwan di Kantor KPU Palu, Senin (14/12/2015).

Marwan menjelaskan bahwa upaya sosialisasi secara maksimal telah dilakukan pihaknya untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Palu. Menurutnya, penurunan angka partisipasi pemilih tidak bisa serta merta dikaitkan dengan kurangnya sosialisasi oleh pihaknya.

“Kami telah melakukan kerja-kerja maksimal untuk mensosialisasikan pilkada di tengah masyarakat Kota Palu. Upaya sosialisasi tidak hanya dilakukan oleh KPU, namun pasangan calon, pemerintah kota dan LSM juga melakukan sosialisasi pilkada,” katanya.  

“Kita tidak bisa terus menyalahkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU. Karena trendnya yang terjadi, mereka yang golput itu-itu saja. Karena angkanya terputar-putar disitu,” tegasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.