Saturday, 25 November, 2017 - 11:50

KPU Parimo Bakal Libatkan Guru Jadi PPS Jika Desa Tak Penuhi Kuota PPS

Parigi, Metrosulawesi.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong mengumumkan nama–nama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Parimo untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Parimo 2018 mendatang.

Ketua KPU Parigi Moutong Amelia Idris mengatakan, PPK yang lulus berjumlah 155 orang yang terdiri dari lima orang per kecamatan se Kabupaten Parimo. Begitu juga PPS yang berasal dari 283 desa. Namun, khusus  Panitia Pemungutan Suara (PPS) tersebut masih ada beberapa desa yang sampai saat ini belum mencukupi jumlah yang sebenarnya tiga orang per desa.

Lanjut Amelia, seperti Desa Masari Kecamatan Parigi Selatan jumlah PPS yang mendaftar sebelumnya hanya satu orang, dan ada beberapa desa yang ada di Kecamatan Ongka Malino jumlah pendaftarnya hanya dua orang.

“Sehingga dengan masih adanya kekurangan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tersebut, maka akan segera menyurati melalui Pemerintah Kecamatan untuk menyurati lagi pihak desa yang jumlah PPS-nya masih kurang, untuk segera memberikan rekomendasi dan nama yang akan dijadikan PPS di desanya tersebut,” kata Amelia Metrosulawesi di ruang kerjanya, Jumat 3 November 2017.

Dia juga mengatakan, jika sampai batas waktu yang ditentukan belum juga ada nama PPS yang diberikan oleh pihak desa, maka KPU akan meminta rekomendasi dari pihak Disdikbud Kabupaten Parimo untuk meminta nama–nama guru yang ada di wilayah yang belum cukup PPS tersebut, untuk mencukupi PPS yang belum cukup PPSnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tidak ada masalah semua sudah cukup lima orang per kecamatan yang ada di Kabupaten Parimo.

“Pelantikan PPK tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 6 November 2017, sedangkan untuk pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan dilaksanakan pada tanggal 8 November –9 November 2017,” tuturnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.