Monday, 23 July, 2018 - 13:56

Kuota PPDB Jalur Prestasi Sebesar Lima Persen

SUASANA PPDB - Sejumlah siswa saat mendaftarkan diri di salah satu sekolah di Palu, belum lama ini. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala SMP Negeri 2 Palu Ninik Yulianti menegaskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolahnya berjalan lancar, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Kata Ninik, sudah sekitar 200 lebih formulir pendaftaran di SMPN 2 Palu telah dikeluarkan oleh sekolah. Sementara, kuota penerimaan peserta didik baru SMPN 2 Palu itu hanya 320 orang siswa, yang akan dibagi menjadi sepuluh rombongan belajar.

“Hal itu sesuai dengan peraturan yang ada. Untuk wilayah penerimaan peserta didik baru SMPN 2 Palu itu ada empat kelurahan yaitu, Kelurahan Lolu Selatan yang menjadi prioritas, Kelurahan Lolu Utara juga menjadi prioritas setelah Kelurahan Lolu Selatan. Kemudian, Kelurahan Tatura Utara dan Tanamodindi merupakan wilayah alternatif,” jelasnya, Sabtu, 30 Juni 2018.

Selain itu, kata dia, berdasarkan peraturan PPDB yang ditetapkan, penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2018/2019 ini memberikan kuota sebanyak lima persen melalui jalur prestasi, dengan melampirkan sertifikat penghargaan pernah mengikuti lomba dan kompetisi di tingkat provinsi dan nasional.

“Sejauh ini belum ada kendala selama pelaksanaan PPDB. Hanya saja, ada beberapa orang tua siswa yang menemui kami secara langsung untuk meminta penjelasan mengenai penerimaan dengan sistem zonasi. Sebab, orang tua siswa tersebut merupakan anggota Kepolisian yang baru saja dipindah tugaskan di Kota Palu, sementara Kartu Keluarga yang dimilikinya bukan Kartu Keluarga yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Palu,” ujarnya.

Ninik mengatakan, untuk warga Kota Palu yang baru dipindah tugaskan dari daerah lain, sekolah dapat menerima sesuai dengan zonasi tempat tinggalnya, namun dengan catatan harus tetap membuat Kartu Keluarga yang baru.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang orang tua calon peserta didik SMPN 2 Palu, Irfan, mengatakan, sistem zonasi ini sangat baik untuk diterapkan. Sebab, dapat memudahkan orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anaknya, karena sekolah terletak tidak jauh dari rumah. Bahkan, kata dia, sistem zonasi ini jika diterapkan secara konsisten, maka tidak akan lagi ada yang namanya sekolah favorit.

“Kami sebagai masyarakat Kota Palu sangat mendukung kebijakan pemerintah tersebut, agar peningkatan mutu pendidikan di Kota Palu semakin merata dan membaik,” ungkapnya.

 

Editor: M Yusuf Bj