Saturday, 25 November, 2017 - 11:34

Kurang 24 Jam, Jasa Raharja Bayarkan Santunan Lakalantas

Kepala Cabang Jasa Raharja Sulteng, Amiruddin Zein. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Tiga Santunan Korban Meninggal Dunia, Satu Luka-luka

Palu, Metrosulawesi.com - PT Jasa Raharja Sulteng kembali membayarkan santunan korban kecelakaan lalulintas (lakalantas) di daerah ini kurang dari 24 jam. Kepala Cabang Jasa Raharja Sulteng Amiruddin Zein mengungkapkan pihaknya membayarkan santunan bagi korban lakalantas yang terjadi di wilayah Kabupaten Donggala.

“Hari ini (kemarin, red) sekitar pukul 15.00 WITA kami sudah membayar santunan tiga  korban meninggal dunia kepada ahli waris masing-masing. Sementara satu korban luka-luka yang masih dirawat di RS Undata sudah mendapat penjaminan dari Jasa Raharja,” ungkap Amiruddin didampingi Kepala Unit Operasional Jasa Raharja Sulteng Alwin Bahar, Rabu, 1 November 2017.

Kacab menerangkan peristiwa naas itu terjadi tepatnya di Jalur Trans Sulawesi, Desa Simagaya, Kecamatan Balaesang Kabupaten Dongala pada Selasa, 31 Oktober 2017 malam sekitar pukul 19.00 WITA. Kronologis kejadian dua sepeda motor masing-masing ditumpangi dua orang dari arah utara menuju selatan dan dari selatan menuju utara saling bertabrakan.

Dua diantara korban yakni Jodi (18) dan Refi (15) langsung meninggal di TKP. Sementara Andris (23) meninggal di rumah sakit Pratama Tambu, Kabupaten Donggala. Sedangkan satu korban lagi yang selamat dalam tabrakan antar kedua kendaraan sepeda motor tersebut kini menjalani perawatan intensif di RS Undata, setelah sebelumnya dirawat di RS Madani Palu.

Adapun total dana santunan yang dibayarkan kepada ahli waris sebesar Rp150 juta karena masing-masing memperoleh santunan senilai Rp50 juta. Ia menjelaskan nilai santunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas sebelumnya Rp25 juta, kini telah naik menjadi Rp50 juta. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010 Tahun 2017 Tentang Korban Kecelakaan Lalu Lintas.

Amirudin mengatakan ahli waris dari dari ketiga korban meninggal dunia yang telah mendapatkan santunan tersebut berdomisili di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Pembayaran dilakukan dengan sistem transfer sesuai nomor rekening ahli waris penerima santunan.

“Kalau untuk yang dirawat di rumah sakit apabila biaya perawatan lebih dari yang dijaminkan Jasa Raharja, maka bisa ditanggung BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Amiruddin menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu kata dia sudah menjadi kewajiban Jasa Raharja sebagai salah satu BUMN yang mendapat penugasan dari pemerintah.

“Jadi sepanjang memenuhi persayaratan dan ketentuan, kami akan langsung membayarkan santunan bagi korban lakalantas,” tandasnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.