Monday, 29 May, 2017 - 00:46

Kursi Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Digoyang

Ketua Komisi IV, Zalzulmida Djanggola. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Lobi-lobi politik mulai mewarnai DPRD Sulawesi Tengah jelang perubahan komposisi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Salah satu yang mengemuka dan mulai digoyang yakni posisi Ketua Komisi IV yang dijabat oleh Zalzulmida Djanggola.

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda Paud Sulawesi Tengah serta beberapa posisi lainnya, membuat Zalzulmida Djanggola jarang hadir di kantor, sehingga kinerja onggota dewan yang lain terganggu.

Sumber di internal dewan mengatakan, Zalzulmida sebagai ketua komisi IV jarang sekali masuk kantor, dalam satu bulan bisa dihitung kehadirannya, bahkan tidak hadir sama sekali. Pada sidang Paripurna LKPJ Gubernur tahun 2016 juga tidak hadir.

“Ibu Zalzulmida jarang sekali masuk kantor, banyak pekerjaan di komisi harus tertunda dengan jarangnya ibu ketua hadir. Dalam satu bahkan dua bulan bisa dihitung kehadirannya,” ujar sumber.

Melihat kesibukan Zalzulmida dengan beberapa posisinya, membuat sejumlah anggota komisi IV berencana menggantinya. Hal itu dimaksud supaya kegiatan Komisi IV berjalan dengan lancar tanpa mengganggu kesibukan Zalzulmida.

Perubahan komposisi pimpinan komisi memungkikan dirubah mengingat Tatib DPRD mengatur masa jabatan 2,5 tahun bisa dikocok kembali. Apalagi pemilihan AKD ditentukan oleh anggota AKD masing-masing, bukan fraksi.

Menyikapi desakan sejumlah anggota komisi IV terkait wacana penggantian Zalzulmida Djanggola, Wakil Ketua Komisi IV Erwin Burase mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Dirinya mengakui saat ini komunikasi politik sementara dibangun terkait perubahan AKD.

“Saya berharap posisi pimpinan AKD dimusyawarah ditingkat fraksi. Untuk komisi IV secara etika memang jatah Gerindra, tapi kalau teman-teman menginginkan perubahan pimpinan saya tidak tahu itu,” kata Erwin.

Dalam Tatib lanjut Erwin memang mengatur pemilihan pimpinan AKD oleh anggota AKD. Tapi saya sarankan lebih baik pembicaraannya dilakukan ditingkat fraksi, supaya lebih tenang dan tidak ribut-ribut.

“Sesuai Tatib perubahan AKD dapat dilakukan setelah 2,5 tahun masa jabatan. Harusnya bulan ini sudah dilakukan pemilihan itu,” kata Erwin.

Selain Ketua Komisi IV, posisi Ketua Komisi III dan II juga lagi digoyang. Di komisi II nama Lukky Semen berpeluang menggantikan Yus Mangun. Rencananya untuk komisi II memilih pimpinan AKD dalam bentuk paket, yakni langsung memilih ketua, wakil ketua dan sekretaris.

Sedangkan Komisi III yang saat ini dijabat Zainal Abidin Ishak, juga disebut-sebut bakal direbut kembali oleh partai Demokrat. Pasalnya posisi Zainal saat ini merupakan jatah Demokrat, karena sebelum Zainal ketua komisi III dijabat Ayub Willem Darawia.

Ketua Fraksi Demokrat yang juga anggota komisi III, Zulfakar Nasir membantah bila dikatakan Demokrat berambisi menduduki posisi ketua komisi. Zulfakar menyerahkan sepenuhnya kepada anggota komisi dalam memilih ketuanya.

“Kami tidak berambisi menjadi pimpinan komisi. Tetapi bila teman-teman mempercayakan, saya siap menerimanya,” kata Zulfakar.

Sedangkan posisi Ketua Komisi I yang sekarang diduduki Sri Indraningsih Lalusu nampaknya masih kokoh. Anggota komisi I masih kompak mempercayakan posisi ketua komisi kepada Sri Lalusu.
 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.