Monday, 29 May, 2017 - 00:42

Laba Bank Umum di Sulteng Anjlok 68,17 Persen

Syukri A Yunus. (Foto : Dok Metrosulawesi)

“OJK masih optimis perbankan di Sulteng tumbuh positif, NPL di bawah 3 persen, dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,” - Syukri A Yunus, Kepala OJK Sulawesi Tengah -

Palu, Metrosulawesi.com - Kondisi laba bank umum di Sulawesi Tengah berdasrkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Februari 2017 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data terbaru OJK, laba bank umum pada Februari 2017 sebesar Rp 53 miliar lebih, turun sebesar 68,17 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 167 miliar lebih.

Turunnya laba bank umum di Sulteng dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya karena masih kurangnya permintaan kredit, beban operasional perbankan yang meningkat, kemudian pendapatan berbasis fee yang akan ditingkatkan. Meski demikian, pihak otoritas optimis kondisi perbankan masih akan tumbuh positif.

“OJK masih optimis perbankan di Sulteng tumbuh positif, NPL di bawah 3 persen, dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,” sebut Kepala OJK Sulawesi Tengah Syukri A Yunus, Sabtu 1 April 2017.

OJK juga mengakui tingginya biaya operasional perbankan perlu ditekan agar bisa lebih efisien. Menurut OJK, naiknya biaya operasional turut menggerus laba perbankan. Namun turunnya laba perbankan di awal-awal tahun dianggap merupakan kondisi wajar. Hingga akhir tahun OJK akan terus memantau perkembangannya.

Meski laba bank-bank umum di Sulawesi Tengah mengalami penurunan, namun pada periode tersebut total aset perbankan meningkat sebesar 10,30 persen dari sebelumnya Rp26 triliun lebih meningkat menjadi Rp 29 triliun lebih pada Februari 2017.

Pertumbuhan positif dua digit aset bank umum di Sulawesi Tengah tersebut sesuai proyeksi pertumbuhan nasional.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh tipis.

“Meski demikian optimistis bisa tumbuh dua digit, utamanya dana murah dalam bentuk tabungan and basic saving acount (BSA) Laku Pandai,” ujarnya.

DPK hanya tumbuh 3,71 persen dengan total dana Rp 15 triliun lebih, tidak jauh berbeda dengan kondisi DPK pada Februari 2016 lalu.

Sementara itu, total kredit yang diberikan bank umum di Sulawesi Tengah sebesar Rp 23 triliun lebih, meningkat 11,59 persen dibandingkan periode tahun 2016 lalu yang senilai Rp 20 triliun lebih.

“OJK mengharap pertumbuhan kredit dapat difokuskan kepada UMKM dan sektor unggulan daerah,” jelasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.