Tuesday, 25 July, 2017 - 00:56

Lagi, Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan

Hewan ternak tampak di jalan Bantilan pada Minggu, 16 April 2017. (Foto : Surahmanto Sukirman/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Penertiban hewan ternak masih menjadi persoalan yang belum selesai di Kota Palu. Kali ini, hewan ternak tampak berkeliaran di Jalan Bantilan, Kelurahan Kamonji, Minggu, 16 April 2017.

Warga Kelurahan Kamonji Muh. Kasim mengungkapkan di daerah ini, hewan ternak sering kali berada di jalanan, tidak jarang beberapa pengguna jalan mengeluhkan hal itu.

“Beberapa jalan tidak jarang tampak hewan ternak, diantaranya Jalan Bantilan dan Jalan Lasoso, karena beberapa warga memiliki hewan ternak, namun tidak d kandangkan oleh pemilik ternak,” katanya.

“Keluhan baik warga maupun pengendara sering kita dengarkan, hanya karena belum ada penertiban secara tegas, sehingga hewan ternak masih sering kita temukan di jalan,” sambungya.

Pantauan Metrosulawesi, kerap hewan ternak berkeliaran pada jalan-jalan di wilayah Kelurahan Kamonji. Tak jarang hewan ternak kerap berada badan jalan, sehingga hal tersebut menggangu aktifitas para pengendara.

Kasim berharap kedepannya,  Pemkot mampu menertibkan hewan ternak yang kerap berkeliaran di jalan secara tegas.

“Kami butuh ketegasan untuk menangani hewan ternak, karena kami menganggap bahwa hewan ternak bisa mengganggu aktifitas para pengendara,” katanya.

“Saat ini Palu sedang dicanangkan untuk dijadikan sebagai kota destinasi, sehingga ini masih menjadi tugas bersama untuk diselesaikan. Dibutuhkan sinergitas bersama, terutama kesadaran pemilik ternak untuk menertibkan ternaknya,” katanya.

Penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu No 6 tahun 2012  tentang penertiban hewan ternak masih  mandul. Pasalnya, hewan ternak seperti sapi dan kambing masih bebas berkeliaran di Kota Palu.

Seorang warga Palu Utara, Anis mengatakan, pihaknya sangat prihatin melihat kondisi Kota Palu yang masih diwarnai dengan berkeliarannya hewan ternak seperti sapi dan kambing. Padahal peraturannya ada, namun masyarakat tetap saja tidak peduli dengan peraturan tersebut.

Fenomena ini terjadi karena kurang tegasnya pemerintah dalam hal menegakan aturan, karena jika pemerintah tegas pasti masyarakat tidak melanggar.

Selain itu,  pemerintah juga kurang mensosialisasikan perda ini kepada masyarakat khususnya warga yang memiliki hewan ternak.

"Jangan sampai mereka tidak mengetahui kalau ada peraturan tentang larangan hewan ternak  berkeliaran di Kota Palu," kata warga Palu, Anis.

Ia mengatakan, dengan berkeliarannya hewan ternak di jalanan tentu sangat mengganggu para pengguna jalan khususnya para pengendara, baik roda empat maupun roda dua.

Selain itu, fenomena ini juga sangat mengganggu keindahan kota.

“Jika sudah seperti ini artinya Perda No 6 tahun 2012 tentang larangan hewan ternak berkeliaran tidak jalan alias mandul,” katanya beberapa waktu lalu.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.