Saturday, 22 September, 2018 - 13:52

Lagi, Napi Kendalikan Peredaran Sabu

BERI KETERANGAN - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng Brigjen Pol Andjar Dewanto didampingi jajarannya bersama Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama Letkol Inf Fanny Pantouw memberikan keterangan kepada awak media di Kantor BNNP Sulteng, Rabu, 9 Mei 2018. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kembali terulang lagi, Narapidana (Napi) mengendalikan peredaran sabu dari Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Palu. Hal ini berdasarkan pengungkapan jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng.

Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Andjar Dewanto menerangkan, TKP pengungkapan yang dilakukan pihaknya berada di jalan Patimura Palu, persis disamping Rutan Maesa pada 25 April 2018. Saat itu pihaknya menerima informasi akan terjadi transaksi sabu yang langsung ditindaklanjuti petugas Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng.

“Dari TKP kami mengamankan tersangka atas nama Risal alias Ical beserta barang bukti dua paket sabu yang dibungkus menggunakan tissu seberat 13 gram. Timi kami kemudian melakukan penggeledahan kerumah tersangka dan menemukan tiga bungkus paket sabu dengan berat 191 gram,” terang Brigjen Andjar kepada sejumlah awak media di Kantor BNNP Sulteng, Rabu, 9 Mei 2018.

Kepala BNNP Sulteng mengungkapkan, berdasarkan pengembangan yang dilakukan, sabu yang diamankan dari tersangka Risal atas perintah dari Faizal alias Abeng yang merupakan Napi Rutan Maesa Palu. Sesuai keterangan Faizal kepada tim BNNP Sulteng, ternyata sabu tersebut diperoleh dari Noval alias Opang yang juga merupakan Napi Rutan Maesa Palu.

Kepada ketiga tersangka dikenakan ancaman Pasal 112 ayat 2, dan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 Tahun. Brigjen Andjar berjanji akan terus melakukan pengembangan untuk memberantas peredaran sabu, khususnya dilakukan para Napi.

Melalui kesempatan ini, Kepala BNNP Sulteng juga mengungkapkan, jajarannya telah mengamankan  seorang bandar narkoba yang beroperasi melakukan penjualan di wilayah Kota Palu. Tak hanya bandar, tiga pembantunya yang bertugas sebagai kasir dan marketing juga diringkus.

“Bandar narkoba tersebut adalah Herianto alias Hery diamankan di rumahnya di jalan Poebongo Palu. Dia ditangkap bersama tiga orang wanita, yaitu Sri Rahayu alias Ayu, Dewi Sartika dan Aminah alias Mina. Ketiga wanita tersebut berperan sebagai penjual dan kasir,” ungkapnya.

Kepada awak media, Brigjen Andjar memperlihatkan barang bukti yang disita aparat di kediaman pelaku Hery. Barang bukti yang diamankan adalah 38 paket sabu sabu siap edar, yang beratnya berkisar 97,4 gram, satu buah alat isap atau bong, timbangan digital dan uang tunai.

Dari pengakuan Sri Rahayu yang bertindak sebagai kasir, setia harinya ia bisa menerima setoran berkisar Rp20 sampai Rp50 juta.

“Saya hanya bertugas mencatat barang yang masuk dan keluar setiap hari pak,” ucap Sri Rahayu.

Brigjen Andjar yang didampingi Komandan Batalyon 711/Raksatama Letkol Inf Fanny Pantouw saat memberikan keterangan kepada awak media menambahkan, pada Sabtu, 28 April yang lalu, BNNP Sulteng menerima pelimpahan 11 orang dugaan penyalahgunaan sabu dari jajaran Yonif 711/Raksatama dengan barang bukti 95 paket sabu beratnya 7,10 gram. Mereka diamankan anggota Yonif 711 di jalan Jati Lorong Sirainindi Kelurahan Tavanjuka Palu.

Namun dari 11 orang yang diamankan, hanya dua yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara delapan orang dilakukan rehabilitasi dan satu lagi dilepaskan karena mengalami gangguan jiwa.

“Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran Yonif 711 khususnya kepada Komandan Batalyon Letkol Inf Fanny Pantouw yang telah membantu pemberantasan peredaran narkoba,” tandas Brigjen Andjar.

Atas pengungkapan dari tiga TKP, BNNP Sulteng secara keseluruhan mengamankan sabu siap edar dengan berat 308,5 gram. Barang haram tersebut kini diamankan beserta para tersangkan di Kantor BNNP Sulteng. 


Editor: M Yusuf Bj