Monday, 29 May, 2017 - 00:48

Laksanakan Program PKH, Dinsos Gandeng SKPD Terkait

ILUSTRASI - Logo Program Keluarga Harapan. (Grafis : Ist)

Parigi, Metrosulawesi.com - Dalam melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan pragram tahunan  sekaligus program nasional dinsos Kabupaten Parigi Moutong gandeng beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  terkait.

SKPD terkait yang dimaksudkan yaitu Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas pendidikan, kementrian agama dan dinas kesehatan.

Adapun sasaran dari program PKH tersebut yaitu fakir miskin yang akan dibiayai mulai dari kebutuhannya akan pendidikan dan kesehatan. Program ini akan dimulai pada januari mendatang hingga desember 2015 nanti.

Bantuan yang diberikan akan diterima warga yang tergolong fakir miskin setiap tiga bulan sekali atau triwulan. Dalam proses menentukan sasaran program PKH, BPS mengirim data kepada kementrian  melalui TNP2K untuk diketahui jumlah penduduk miskin di Parimo.

Setelah itu pihak kementrian memberikan keterangan kepada pihak dinsos mengenai jumlah fakir miskin di Parimo dengan beberapa acuan yang ditentukan di pusat dan pihak dinsos menunjuk pendamping untuk mengawal serta memantau jumlah fakir miskin tersebut untuk diseleksi kelayakannya dalam menerima bantuan program PKH.

Bantuan yang dikucurkan pun tidak lagi melalui pihak dinsos melainkan melalui kantor pos setempat. Kepala sub bagian perencanaan program dinas sosial Parimo, Ahmad Rio mengatakan pendamping yang ditunjuk merupakan pendamping asal daerah yang menjadi sasaran dengan pertimbangan memahami masalah yag tengah dihadapi warga sekitarnya.

Dalam program PKH tersebut tidak hanya memberikan bantuan berupa dana tetapi juga memberikan sosialisasi kepada warga untuk mengelola dana secara baik dan benar. Dana yang diberikan pun disesuaikan dengan tanggungan setiap RT dan jumlahnya tidak mencapai jutaan, tutur Ahmad Rio.


Editor : Subandi Arya

 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.