Saturday, 18 August, 2018 - 19:58

Lama Tunggu Samsat, Warga Terpaksa Bikin Plat Ilegal

Wanto sedang membuat plat kendaraan. (Foto : Mawan)

Palu, MetroSulteng.com - Keterlambatan pembuatan plat kendaraan dari Samsat, membuat para pemilik kendaraan di Kota Palu berinisiatif memesan plat ilegal atau tidak resmi, terutama menjelang Lebaran.

Tindakan itu terpaksa  dilakukan karena kendaraan mereka hendak digunakan mudik ke kampung halaman.

Banyaknya warga yang memesan plat kendaraan ilegal tampak di sejumlah penyedia jasa pembuatan plat yang banyak  dijumpai di pinggir jalan di Kota Palu. Seperti terlihat di jalan Dr Soeharso.

"Menjelang Lebaran lumayan banyak penghasilan saya dapat, dari hari-hari biasanya. Kalau hari biasanya, hanya cuma satu plat motor dipesan, itu masih untung, biasa juga tidak ada sama sekali," kata Wanto, pembuat plat kendaraan kepada MetroSulteng.com, Sabtu (26/8/2014).

Penghasilan yang dia dapatkan dihari-hari biasanya Rp100 ribu. Tetapi menjelang Hari Raya Idul Fitri, ia bisa menghasilkan kurang lebih Rp600 ribu perhari. Wanto sudah lima tahun menjalani pekerjaan sebagai pembuat plat kendaraan.

Hanya bermodalkan seng plat, piloks, solasi dan keahlian membuat huruf maupun angka menggunakan paralon.

Karena jumlah permintaan meningkat menjelang Lebaran, dia pun menaikan harga baik untuk motor maupun mobil.

"Hari-hari biasanya saya jual plat motor seharga Rp40 ribu per pasang dan plat mobil seharga Rp90 ribu per pasang. Tetapi untuk menjelang hari raya begini, plat motor dipatok seharga Rp50 ribu per pasang dan plat mobil seharga Rp100 ribu per pasang, hanya naik Rp10 Ribu," ujar Wanto.
 

Editor : Syamsu Rizal