Tuesday, 21 November, 2017 - 07:14

Lambat Lapor SPT, Denda Rp1 Juta

SERAHKAN SPT - Seorang petugas pajak melayani wajib pajak yang akan menyerahkan SPT tahunan. Penyerahan SPT ditutup 30 April 2017. (Foto : Dok)

Palu, Metrosulawesi.com - Direktorat Jenderal Pajak mengimbau seluruh wajib pajak berbentuk badan yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan tahun pajak 2016 untuk segera menyampaikan sebelum 30 April 2017 nanti. Jika terlambat melaporkan SPT, wajib pajak dikenakan sanksi denda Rp 1 juta.

Menurut Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palu Sihabuddin Efendi, Ditjen Pajak telah menegaskan bahwa batas waktu untuk melaporkan SPT tahunan tidak akan diperpanjang.

“Mengingat batas waktu tersebut jatuh pada hari Minggu, maka pelayanan penerimaan SPT secara manual di kantor pajak hanya akan dilayani hingga Jumat (28 April 2017, hari ini),” katanya, Kamis 27 April 2017.

Namun untuk penyampaian SPT secara elektronik dapat dilakukan setiap waktu hingga 30 April 2017. Dia mengatakan akan ada sanksi bagi wajib pajak yang terlambat melaporkan SPT-nya.

“Keterlambatan penyampaian SPT tahunan wajib pajak berbentuk badan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 1 juta,” jelasnya.
Jumlah wajib pajak terdaftar di Sulawesi Tengah berdasarkan data KPP Pratama Palu sebanyak 166.448, dengan rincian wajib pajak badan 17.398,  non karyawan 31.882, dan karyawan 117.168.

Sementara untuk wajib pajak terdaftar wajib SPT sebanyak 105.364, dengan rinciannya badan sebanyak 6.718, non karyawan 14.106, serta karyawan 84.540.

Realisasi SPT-nya mencapai 45.573, dengan realisasi badan sebanyak 1.131, non karyawan 3.173, dan karyawan sebanyak 41.269.

Ia juga berharap agar para wajib pajak yang telah mengikuti program Amnesti Pajak (Tax Amnesty) agar tidak lupa memasukkan harta dan utang yang telah diungkapkan pada Surat Pernyataan Harta beserta seluruh penghasilan yang diterima dari semua sumber serta hasil penggunaan harta seperti penghasilan sewa, bunga, dividen, royalty dan sebagainya.

Penghasilan yang diperoleh dari luar negeri juga wajib dilaporkan dengan pajak yang telah dibayar di negara asal penghasilan akan menjadi kredit pajak di Indonesia.

“Ditjen pajak mengimbau wajib pajak untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan termasuk pembayaran pajak secara online melalui e-billing, dan pelaporan SPT secara elektronik melalui e-filling dan e-form,” sebut dia.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.