Sunday, 17 December, 2017 - 16:03

Larisnya D'Begges Risoles dari Resep Sang Ibu

Muhammad Yusuf. (Foto : Charlos Barani/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Banyak yang belum mengetahui dan familiar dengan kue  risoles. Hal itulah yang membuat Muhammad Yusuf, owner Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) D'Begges Risoles mulai merintis usaha turun temurun keluarga ini secara profesional berkat resep dari sang Ibu.

Ditemui pada Selasa, 14 November. Yusuf menceritakan awal mula dirinya membuka usaha itu.

"Saya tahu usaha resep risoles dari Ibu. Resep itu dari turun temurun, namun waktu itu belum di menej secara profesional, hanya di jual begitu-begitu saja. Kalau penjualan secara sistematis  dan terstruktur baru mulai 2 tahun terakhir ini,” ungkap Yusuf.

Risoles diambil dari bahasa Belanda yang umumnya berisi sayuran dan kentang. Namun hal ini tidak berlaku ditangan Yusuf. Dari hasil kreasinya, Yusuf berehasil membuat risoles dengan aneka rasa.

"Risoles saya ini beda dengan risoles yang lain. Risoles buatan saya memiliki beragam jenis rasa. Ada Chicken Fillet, Sausage Mayo, Spicy Tuna, dan Choco. Saya gunakan rasa dengan bahasa Inggris, karena itu bagian dari strategi pemasaran," ujarnya.

Yusuf mematok harga 1 pisc produk risolesnya seharga Rp10 ribu. 1 pisc terdiri dari 4 potong risoles. “Sebulan dapat terjual sekitar 800 pisc,” katanya.

Yusuf mengaku modal awal yang dikeluarkannya Rp5 juta, namun saat ini dirinya dapat meraup omset Rp7-10 juta dalam sebulan.

UMKM D'Bengges Risoles yaang beralamat di Jalan Tururuka ini masih dijajakan di sekitar Kota Palu.

Yusuf mengaku kendala yang dihadapi saat ini adalah bahan baku. Terkadang harga bahan baku naik, namun Yusuf tidak ingin menaikkan harga dagangannya karena dapat merugikan konsumen. Hal ini diakali Yusuf dengan melakukan subsidi silang, yakni dengan menahan laba bulan lalu sebagai dana talangan bulan berikutnya. Selain itu, dirinya juga terkendala dengan tenaga kerja.

"Saya berharap bisnis ini bisa lebih maju lagi dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya terinpirasi dari seorang teman di Bandung, Ia bisa menggerakkan satu kelurahan sehingga menaikkan ekonomi warga. Saya juga ingin seperti itu,” tutupnya.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.