Thursday, 16 August, 2018 - 20:10

Launching di Jakarta, TdCC Kenalkan Potensi Wisata Sulteng

PEMAPARAN - Gubernur H Longki Djanggola saat memaparkan kesiapan penyelenggaraan TdCC II di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola memaparkan kesiapan penyelenggaraan Tour de Central Celebes (TdCC) II di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Gubernur dalam kesempatannya memaparkan latar belakang, tujuan dan kesiapan pelaksanaan TdCC kepada media, bloger, kalangan akademisi kepariwisatan serta pemerhati pariwisata.

“Alhamdulillah TdCC kami ini telah diakui oleh Union Cycliste Internationale (UCI). Pengakuan UCI ini tidak mudah karena harus dibuktikan dengan kesuksesan pelaksanaan TdCC sebelumnya, dan Alhamdulillah bisa kami capai,” ujar gubernur melalui rilis yang diterima Metrosulawesi.

Gubernur yang dalam kesempatan itu didampingi Asisten Perekonomian B Elim Somba, Kadis Pariwisata I Nyoman Sriadijaya, Kadis BPTSP Shandar Tobondo dan Karo Humas Haris Kariming menjelaskan, TdCC yang merupakan sport turism dilaksanakan dalam upaya mempromosikan destinasi pariwisata dan budaya Sulawesi Tengah. Banyak potensi wisata dan budaya begitu indah ingin diperkenalkan kepada dunia. 

"Melalui TdCC ini kami ingin mengenalkan dan mengembangkan kepariwisataan di Sulawesi Tengah. Besarnya potensi dan segala dukungan infrastrukturnya ingin kami tunjukan bahwa Sulawesi Tengah adalah daerah yang patut untuk dikunjungi," terang Gubernur. 

TdCC II akan digelar dengan V etape. Etape pertama akan start dari Kabupaten Banggai. Kabupaten ini dikenal dengan objek wisata pula dua, air terjun Salodik plus budayanya. Etape II start dari Kabupaten Tojo Una-Una dengan keindahan kepulauan Togean-nya, kemudian kabupaten Poso dengan keunikan wisata alamnya di antaranya situs megalith dan masih banyak destinasi lainnya yang ada di Sulawesi Tengah. 

"Dengan strategi sport turism ini kami berharap bisa membuka mata dunia bahwa Indonesia mempunyai daerah tujuan wisata yang sangat indah untuk dikunjungi yaitu di Sulawesi Tengah," terangnya. 

Yang tak kalah penting dalam pelaksanaan TdCC ini lanjut gubernur, keinginan untuk menunjukkan sekaligus mengubah image tentang Poso yang dahulu dikenal dengan daerah konflik. Dengan iven ini dan telah dibuktikan dengan TdCC pertama, Poso adalah daerah aman. 

"Sekarang bisa dibuktikan Poso sangat aman dikunjungi, aman untuk berinvestasi bagi para investor," kata gubernur. 

Sementara Kadis Pariwisata Sulteng I Nyoman Sriadijaya mengungkapkan TdCC akan diikuti 19 tim pembalap mancanegara dari 16 negara dan 5 tim pembalap nasional. Terjadi peningkatan dari sebelumnya yang hanya dilalui lima kabupaten dengan tiga etape menjadi tujuh kabupaten dengan lima etape. 

TdCC yang akan digelar 14-18 Oktober 2018, hari ini, Selasa, 17 Juli akan di-launching bersama beberapa iven tahunan yang akan digelar di beberapa daerah yang dilalui TdCC.  

"Jadi kami membangun pariwisata dengan menggelar berbagai iven yang kami kemas dalam pelaksanaan TdCC," jelasnya. 

Dari sisi kemajuan dengan gelaran iven TdCC dikatakannya, terjadi kunjungan 2 ribu wisatawan mancanegara dan 10 ribu wisatawan nusantara. Ditargetkan TdCC II ini akan mengalami kenaikan 2 kali lipat wisatawan mancanegara.  

 

Editor: Udin Salim

Tags: