Thursday, 20 September, 2018 - 20:48

LBH Apik Beber Korban Limbah PLTU Panau

“Bila benar data itu, ini sungguh sangat memprihatinkan. Perlu keterbukaan informasi bukan hanya pihak PT PJPP tapi juga pemerintah daerah” - H SOFYAN FARID LEMBAH, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng -

Palu, Metrosulawesi.com - LBH Apik (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) membeber data, betapa limbah yang dihasilkan dari PLTU Panau tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga sudah berdampak pada kesehatan warga di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli Kota Palu.

LBH Apik telah melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang tinggal di dekat lokasi PLTU Panau. Given dari LBH Apik yang melakukan pendampingan itu memberikan data hasil pendampingan mereka kepada Metrosulawesi, Kamis 18 Januari 2018.

Given menyebutkan, pembuangan limbah B3 Fly Ash dan Bottom Ash oleh pihak PLTU di samping sungai dan sangat dekat dari pemukiman warga telah berdampak ke warga.

“Akibat pembuangan limbah tersebut hampir seluruh rumah masyarakat menjadi berdebu. Selain itu masyarakat tidak bisa menjemur pakaian dan memasak seperti biasanya, karena debu limbah B3 tersebut terus berterbangan tertiup angin dan masuk kedalam rumah–rumah warga yang membuat dinding dan lantai rumah serta perabotan yang ada menjadi hitam,” kata Given. (Selengkapnya di edisi cetak Jumat, 19 Januari 2018)